Beranda Hukum Kriminal Gila! Perlu Uang Buat Bayar Utang Rokok, Pelajar Begal Kawannya Sendiri Hingga...

Gila! Perlu Uang Buat Bayar Utang Rokok, Pelajar Begal Kawannya Sendiri Hingga Tewas

217
BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Polisi Edward Syah Pernong memberikan keterangan kepada para wartawan terkait pembegalan oleh seorang pelajar terhadap kawasnnya sendiri yang menyebabkan tewasnya korban, dalam ekspose perkara, di Polda Lampung, Rabu (7/10/2015).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Seorang pelajar bernisial Spyd alias Ad (15) warga Desa Suka Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara, tega membegal teman satu sekolahnya sendiri, Irvan Saputra hingga tewas hanya karena butuh uang untuk bayar hutang rokok di warung dan menebus sepeda motor miliknya yang digadaikan.

Tersangka ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung di tempat kosannya di Kampung Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (2/10) lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi juga menangkap tersangka Apriadi alias Ari (23) eksekutor yang merupakan sepupu tersangka.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita sebilah golok yang dipakai tersangka untuk menghabisi nyawa korban, lalu satu unit sepeda motorYamaha Vega ZR warna hitam tanpa plat nomor, dua unit handphone dan pakaian seragam sekolah milik korban.

Menurut pengakuan Sepriyadi, bahwa ia ikut membegal karena diajak dengan sepupunya Apriyadi. Menurutnya, pada saat itu ia memang butuh uang sebesar Rp 200 ribu untuk bayar hutang rokok. Selain itu juga, ia butuh uang sebesar Rp 400 ribu untuk menebus sepeda motor miliknya yang sudah digadaikan untuk biaya persalinan istri Apriyadi.

Para tersangka saat diperiksa di Polda Lampung.

“Saat itu saya memang lagi bingung dan pusing, karena saya ditagih sama pemilik warung untuk membayar hutang rokok. Selain bayar hutang rokok, saya juga bingung cari uang untuk menebus motor yang sudah saya digadaikan. Lalu saya menemui Apriyadi mengatakan hal itu, Apriyadi mengajak saya untuk membegal daripada bingung-bingung cari uang ke mana,” katanya.

Diakuinya, korban Irvan memang teman satu sekolah dengan dirinya, tapi beda kelas. Ia nekat membegal dan menghabisi nyawa Irvan, lantaran Irvan melawan dan akan kabur saat akan diambil motornya.

“Dari pada nantinya saya ketahuan, dia (Irvan) saya cekek lehernya. Tapi  yang membacok dan menusuk Irvan itu Apriyadi, saya hanya memegangi korban saja,”ungkapnya.

Setelah membegal, ia bersama sepupunya Apriyadi berencana akan menjual motor hasil dari membegal itu. Tapi motor korban belum sempat dijual, lantaran di Kampungnya terjadi bentrok antar kampung.

“Bentroknya gara-gara Irvan itu tewas. Karena takut ketahuan dan dimassa, saya dan Apriyadi langsung kabur ke Jakarta untuk bersembunyi supaya nggak ketahuan kalau saya dan Apriyadi yang melakukan pembegalan itu. Akhirnya saya dan Apriyadi ditangkap sama polisi ” tuturnya.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edward Syah Pernong mengatakan, saat ditangkap kedua tersangka melakukan perlawanan aktif sehingga petugas melumpuhkan tersangka dengan tembakan dikakinya.

“Kedua tersangka membegal menggunakan golok dan melukai Irvan hingga tewas di Jalan Umum Desa Cempaka Barat, Sungkai Jaya, Lampung Utara, Sabtu (12/9/2015) lalu. Korban mengalami beberapa luka bacokan di bahu kanan, kepala dan luka tusukan diperutnya, hingga ususnya terburai,”kata Edward kepada wartawan, Rabu (7/10).

Edwar mengutarakan, kedua tersangka sebelumnya sudah merencanakan aksi pembegalan tersebut. Mereka merupakan pemain lama, meski masih pelajar tersangka Sepriyadi ini diduga sudah seringkali melakukan aksi pembegalan diwilayah tersebut.

“Saat beraksi, kedua tersangka sangat sadis bahkan tidak segan-segan untuk melukai korbannya jika melawan. Selain kedua tersangka, masih ada dua tersangka lain berinisial K dan R yang saat ini masih buron (DPO),”ungkap Jenderal Bintang Satu ini.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.