Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Giliran LSM Desak Kepala Sekolah yang Pernah Mangkir Lima Bulan Segera Mundur

Giliran LSM Desak Kepala Sekolah yang Pernah Mangkir Lima Bulan Segera Mundur

296
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Siti Aisyah dan para kepala sekolah lainnya saat dilantik pada 13 Juli 2015 lalu. 

KOTABUMI–‎Desakan untuk mencopot Siti Aisyah dari jabatannya sebagai Kepala SDN 2 Kelapa Tujuh kian deras. Setelah desakan  datang dari kalangan legislatif, kini desakan itu datang kalangan LSM.

“‎(Pemkab) Harus segera mengganti atau mencopot (yang bersangkutan) agar kesalahan ini tidak menjadi pembenaran‎,” tegas  Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Gerakan Supremasi Hukum Indonesia (Geshindo) Provinsi Lampung, Sodri Helmi, Rabu (4/8).

Menurut Sodri, jika Pemkab Lampung Utara atau Dinas Pendidikan Lampung Utara  tidak segera mencopot yang bersangkutan dari jabatannya maka Pemkab secara tidak langsung melakukan kebodohan yang sama atau bahkan lebih parah dalam perkara pengangkatan Siti Aisyah yang cukup menyedot perhatian masyarakat.

Sodri menilai, pengangkatan Siti Aisyah yang tersangkut perkara indisipliner lantaran mangkir kerja selama 5 bulan sebagai Kepsek telah mencerminkan bahwa pejabat yang mengangkat yang bersangkutan merupakan orang yang tidak paham aturan.

“(Pejabat‎ yang mengangkat Siti Aisyah adalah) Orang – orang yang enggak ngerti aturan ‎dan tidak memahami Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bagaimana penempatan seorang Kepsek itu guru yang diberi tugas tambahan, ada syarat yang tidak boleh dilanggar di situ,” sergah dia.

‎Sodri menegaskan, Pemkab Lampung Utara wajib memperbaiki kesalahan yang telah dibuatnya supaya tidak menimbulkan efek domino di kalangan masyarakat khususnya para guru dan PNS lainnya.

Suka atau tidak suka, kata dia, pengangkatan Siti Aisyah yang tidak berpedoman pada peraturan yang ada ini telah menimbulkan efek psikis bagi kalangan guru.‎ Hal ini dikarenakan Pemkab telah gagal dalam menjalankan Tugas Pokok dan fungsinya sebagai Pemerintah yang wajib memberikan kenyamanan bagi para abdi negara yang berprestasi.

“Sebagai motivator dan dinamisator Pemkab harus mampu berikan kenyamanan bagi guru – guru berprestasi,” tandasnya.

Sebelumnya, ‎anggota DPRD Lampura, Rico Picyono, dengan tegas meminta Bupati Agung Ilmu Mangkunegara mencopot Siti Aisyah dari jabatannya sebagai Kepala SD Negeri 2 Kelapa Tujuh, Kotabumi.

Sosok Siti Aisyah dinilai sangat tak layak untuk memimpin jabatan tersebut lantaran bermasalah dalam hal disiplin dan ‘kesehatan’ sebagaimana yang dinyatakan oleh Sekretaris Kabupaten Samsir.

“Kami sarankan kepada pak Bupati untuk mencopot Siti Aisyah dari jabatannya. Mengingat yang bersangkutan ‘bermasalah’ dengan kesehatan dan disiplin,” tegas Rico, di Kantor  DPRD Lampung Utara.

Diketahui, setelah hampir dua pekan menjadi ‘bulan – bulanan’ media massa, Dinas Pendidikan Lampung Utara akhirnya mulai merespon berbagai kritikan terkait pengangkatan Siti Aisyah sebagai Kepsek yang sebelumnya tersangkut perkara Indisipliner.

“Saya akan panggil yang bersangkutan. Karena info yang saya terima dia (Siti) mau undurkan diri (dari jabatannya),” kata Kepala Disdik, Adrie, di kantornya.

Loading...