Beranda News Nasional GMKI Tetap Konsisten Bantu Pengungsi Sinabung

GMKI Tetap Konsisten Bantu Pengungsi Sinabung

52
BERBAGI

Para pengungsi bencana Sinabung (dok Setkab)

KABANJAHE, teraslampung.com—Pascagugurnya 7 aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
yang menjadi relawan pengungsi erupsi Sinabung. GMKI tetap menyatakan
komitmennya didalam membantu meringankan pengungsi Sinabung. Hal tersebut
diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) GMKI, Supriadi Narno di Kantor
Moderamen GBKP, di Kabanjahe, (5/2).

“Meskipun saat ini kami (GMKI-red) masih dirundung duka, namun kami masih
akan tetap menempatkan anggota untuk menjadi relawan di pengungsian,” kata dia.

Menurut Supriadi gugurnya para aktivis GMKI sebagai relawan harus dimaknai sebagai
pelecut semngat bagi semua kader GMKI didalam memaknai pengabdiannya terhadap
masyarakat. Pengabdian yang telah dilakukan sejak 2013 lalu akan secara
konsisten dilakukan. Sifat patriotik para kader yang gugur harus dijadikan
teladan yang sangat berharga.

“Gugurnya para kader GMKI tersebut harus dijadikan sebagai teladan,”
ujarnya. (rls)

Supriadi, menyebutkan bahwa kehadiran GMKI dan relawan kelompok masyarakat
sipil lainnya di Kabanjahe membuktikan pemerintah belum maksimal memperhatikan
30ribu pengungsi  Sinabung di 40 posko. Hal itu dibuktikan dengan logistik
bantuan berupa beras bulog yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi, tidak ada
upaya serius pemerintah untuk memikirkan aktivitas pengungsi di posko
pengungsian.

“Kehadiran para relawan dari masyarakat menjadi bukti bahwa pemerintah
tidak serius memperhatikan nasib pengungsi,” katanya.

Supriadi juga menegaskan bahwa pemerintah harus segera menetapkan erupsi
Sinabung sebagai bencana nasional. Tidak perlu menunggu korban lebih banyak
untuk menetapkannya agar Pemerintah pusat bisa segera memusatkan perhatian pada
pengungsi yang sudah mencapai 30 ribu jiwa. Bencana sinabung telah berdampak
luas dan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian warga secara masif dlm rentang
waktu yang panjang.

“Pemerintah jangan lagi menunggu korban jatuh lebih banyak lagi didalam
menentukan status bencana nasional,”tandasnya.

Loading...