Gondol Emas dan Laptop, Pelaku Pembobol Rumah Dibekuk

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasi Humas Polsekta Tanjungkarang Barat, Bripka Wahyu Widayat, saat menggelar ekspos dua pelaku pembobol rumah milik korban A. Yani, Kamis (24/9). Foto: Teraslampung.com/Zaenal.

BANDARLAMPUNG – Petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat berhasil menangkap seorang pelaku pembobolan rumah milik korban A Yani (40), warga jalan Hi. Agus Salim, Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Pelaku yang diamankan, Rojikin (34) warga Desa Tekad, Pulau Punggung, Tanggamus.

Polisi menangkap tersangka tidak lama setelah kejadian pencurian, saat tersangka tengah asyik menikmati makan petis di warung daerah Palang Besi, Kemiling, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Selasa (23/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kasi Humas Polsekta Tanjungkarang Barat, Bripka Wahyu Widayat, mengatakan, tersangka Rojikin ditangkap petugasnya berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka, Ican Setiawan yang sebelumnya ditangkap lebih dulu. Sementara tersangka Rojikin, karena ketahuan pemilik rumah, langsung kabur tanpa mengendarai sepeda motor miliknya yang digunakan saat menjalankan aksinya.

“Setelah berhasil menangkap tersangka Ican, Kemudian tersangka Rojikin alias Ikin ini dapat ditangkap petugasnya saat sedang makan petisan di salah satu warung di pinggir jalan daerah Palang Besi, Kemiling, Bandar Lampung. Rojikin ditangkap berdasarkan pengembangan dari tersangka Ican Setiawan,”kata Wahyu Widayat kepada wartawan, Rabu (24/9).

Wahyu menuturkan, sebelumnya tersangka Ican yang ditangkap massa dan anggota yang sedang melakukan razia patroli di Jalan Imam Bonjol. Tersangka Ican yang saat itu diketahui oleh korban berusaha kabur, warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung mengejar tersangka Ican dari rumah korban. Tersangka Ican yang berusaha melarikan diri, dapat ditangkap warga dan petugas setelah terjatuh dan terjebak oleh tembok tinggi di Gang Sawo Gedong Air Tanjungkarang Barat.

“Petugas dapat menagkap keduanya ditempat berbeda setelah tak lama usai kejadian. Dari tangan kedua tersangka, barang bukti yang kami sita yakni perhiasan cincin emas seberat 10 gram, cincin emas bermata batu bungur Tanjungbintang, satu buah jam tangan emas merk Eigner, satu unit laptop merk Accer serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT milik pelaku. Untuk kerugian, diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta,”tutur Wahyu.

Dari hasil pemeriksaan petugasnya, Wahyu menjelaskan, kedua tersangka mengaku telah melakukan pencurian tersebut dengan modus berpura-pura bertamu dengan mendatangi rumah korban. Ketika diketahui korban tidak ada di rumah, lalu kedua tersangka tersebut membongkar pintu rumah milik korban dengan merusak kunci pintu lantas  masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang berharga milik korban.

Namun pada saat kedua tersangka sedang berada di rumah korban, sambung Wahyu, tiba tiba pemilik rumah (korban) pulang dan melihat aksi kedua tersangka dan kedua tersangka Rojikin dan Ican langsung kabur.

“Menurut keterangan dari tersangka Rojikin, dialah  yang mengajak tersangka Ican untuk melakukan pencurian di rumah kosong. kedua tersangka ini, sebelumnya sudah mengintai lebih dulu rumah milik korban. Begitu mengetahui pemilik rumah tidak ada, keduanya langsung menjalankan aksinya,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Rojikin mengaku dirinya mengajak rekannya, Ican Setiawan, untuk mencuri di rumah A. Yani. Dirinya mengaku kenal dengan Ican saat bekerja di proyek di daerah Cilegon.

Rojikin mengaku barang-barang hasil curian belum sempat dijual. Dirinya hanya membawa dua buah cincin dan satu buah jam tangan, tetapi tidak tahu kalau cincin itu adalah emas atau bukan tapi kalau laptop itu hanya dipindah di dapur.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka terpaksa harus mendekam di sel tahanan sementara Polsekta ‎Tanjungkarang Barat. Ia akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

  • Bagikan