Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan GOPTKI Lampung Selatan Adakan Sosialisasi Pendidikan Keluarga

GOPTKI Lampung Selatan Adakan Sosialisasi Pendidikan Keluarga

99
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM – Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Lampung Selatan mengadakan sosialisasi tentang Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak dan tentang Pendidikan Keluarga di Aula Bhakti Husada Dinas Kesehatan setempat, Kamis (12/12/2019).

Hadir dalam kegiatan itu Penasehat GOPTKI yang juga Bunda PAUD Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto, Plt Kepala Dinas Pendidikan Burhanudin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Anasrullah.

Ketua GOPTKI Kabupaten Lampung Selatan, Siti Fatimah Fredy menyampaikan, kegiatan itu diikuti peserta sebanyak 250 orang yang terdiri dari, guru PAUD/TK, Organisasi Mitra PAUD, Bunda PAUD dari 17 kecamatan, para pengawas TK, Penilik PNF Kecamatan Kalianda, serta unsur dari Bhayangkari, Persit, Dinas Pendidikan, Dinas PP dan PA, serta Dinas Kesehatan Lampung Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi Organisasi Mitra PAUD sekaligus menambah wawasan bagi guru PAUD atau TK yang ada di Lampung Selatan,” terang Siti Fatimah dalam laporannya.

Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan ini menambahkan, pemateri kegiatan itu yakni, Mega Aria Monica, M.Pd dan Hardiansyah Masya dari UIN Lampung, dan Kepala Dinas PP dan PA Anasrullah.

“Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang perlindungan kekerasan terhadap anak dan parenting tentang pendidikan keluarga,” tuturnya.

Sementara, Penasehat GOPTKI Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni berharap seluruh peserta sosialisasi bisa mengikuti dan menyimak materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sebab menurutnya, sosialisasi itu merupakan upaya untuk menekan kekerasan anak dan kekerasan seksual anak, serta sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak korban perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap anak.

“Ini sangat penting diikuti dengan seksama. Saya juga minta ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini tidak berhenti sampai di peserta saja. Tetapi saya harap ilmunya bisa disampaikan seluas-luasnya kepada Bunda PAUD Desa dan masyarakat yang lain pada umumnya,” imbuh Winarni dalam arahannya.

Lebih lanjut Winarni menyampaikan, bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama, dimana orang tua sebagai pendidiknya.

Hanya saja menurutnya, kebanyakan orang tua belum mampu menjadi tenaga pendidik yang baik, karena latar belakang pendidikan yang masih rendah. Dan dengan sinergi antara keluarga dan sekolah tentunya hal itu menjadi sesuatu yang sangat membantu dalam hal pola mendidik anak.

“Dengan kegiatan sosialisasi ini, mari kita membuka komunikasi yang seluas luasnya melalui program pendidikan keluarga. Sehingga orang tua akan mendapatkan pengetahun tentang cara mendidik anak, dan kita jadikan kemitraan antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat sebagai salah satu upaya dalam memberikan perlindungan dan mencegah kekerasan terhadap anak, serta sebagai langkah dalam mendukung perkembangan anak,” katanya.