Gorong-gorong Baru Dibangun Sudah Rusak, Ini Kata DPRD Lampung Utara

Anggota DPRD Lampung Utara, Jupi Sunandar saat meninjau langsung pembangunan gorong-gorong yang disoal warga Desa Pekurun Tengah, Senin(23/10/2023).
Anggota DPRD Lampung Utara, Jupi Sunandar saat meninjau langsung pembangunan gorong-gorong yang disoal warga Desa Pekurun Tengah, Senin(23/10/2023).
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Abungpekurun–DPRD Lampung Utara akan memanggil Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah IV Lampung terkait buruknya kualitas proyek di jalan penghubung Lampung Utara-Lampung Tengah. Proyek yang dimaksud adalah proyek pembangunan gorong-gorong, saluran drainase, dan leneng.

“Secara kasat mata, kualitas hasil pembangunan proyek gorong-gorong, leneng, dan drainase di Dusun V Gedongraja, Desa Pekurun Tengah, Kecamatan Abung Pekurun cukup memprihatinkan,” jelas anggota DPRD Lampung Utara, Jupi Sunandar, Senin (23/10/2023).

Ia mengatakan, meskipun proyek ini dibangun di jalan milik provinsi, namun pihaknya berhak untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang menyoal kualitas pembangunan di Kecamatan Abungpekurun. Sebab, masyarakat di sanalah yang akan merasakan imbas dari bagus atau tidaknya kualitas pembangunan tersebut.

“Sudah terlihat kurang berkualitas, papan informasi proyeknya juga enggak ada. Nanti, kami akan berkoordinasi dengan komisi terkait untuk memanggil UPTD-nya,” tegas dia.

Sebelumnya, Gorong-gorong jalan penghubung Lampung Utara-Lampung Tengah di Dusun Gedungraja, Desa Pekurun Tengah, Kecamatan Abungpekurun Lampung Utara yang baru selesai dibangun ambles. Padahal, pembangunan gorong-gorong itu baru rampung sekitar dua pekan lalu.

Kuat dugaan, amblesnya gorong-gorong tersebut akibat kualitas pekerjaan yang kurang baik. Kualitas sama juga diduga terjadi pada pembangunan leneng dan saluran drainase. Sebab, semennya mudah rontok saat ditekan oleh tangan maupun kaki

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja bangunan sedang memperbaiki gorong-gorong yang ambles tersebut, Jumat sore (20/10/2023). Sayangnya, belum dapat diketahui asal proyek berikut sumber anggarannya karena papan informasi proyek tak terlihat di lokasi.

“amblesnya Rabu lalu, baru diperbaiki hari ini karena sudah kami ramaikan di media sosial,” jelas salah seorang warga Desa Pekurun Tengah, Purwari di lokasi.

Purwari mengatakan, awalnya heran mengapa pembangunan gorong-gorong yang baru rampung pada dua pekan lalu tidak berumur panjang. Namun, keheranannya akhirnya terjawab. Sebab, ia dan warga lainnya melihat sendiri jika anyaman besi gorong-gorong terpasang tidak begitu rapat. Padahal, jalan mereka ini merupakan jalan provinsi yang dilintasi oleh pelbagai jenis kendaraan.

“Kalau masih seperti itu, kemungkinan besar akan ambles lagi. Kalau seperti itu, yang repot kan warga juga,” kata dia.

Menurutnya, kondisi tak jauh berbeda juga terjadi pada leneng di pinggir jalan dan saluran drainase yang dibangun. Itu terlihat jelas saat disentuh oleh tangan. Semennya mudah terkelupas saat disentuh oleh tangan maupun diinjak oleh kaki.