Granat Lampung Dukung BNN Jalankan Program Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung, Tony Eka Candra, menegaskan Granat Lampung dan jajarannya (Granat kabupaten/kota di Lampung hingga tingkat rayon dan desa) akan mendukung sepenuhnya program Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung untuk menjadikan rehabilitasi para pecandu narkoba sebagai program prioritas.

“Rehabilitasi memang harus menjadi program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sebagai upaya untuk menekan peredaran gelap narkoba,” kata Tony, dalam rilisnya, Jumat (3/6/2022).

Menurutnya, sebagaimana hukum pasar, jika  masih banyak permintaan maka penawaran narkoba akan terus berlangsung.

“Apalagi bisnis haram narkoba menjanjikan keuntungan yang sangat besar,” katanya.

Agar ke depan tidak ada lagi korban penyalahgunaan narkoba, kata Tony, Granat Lampung akan terus bersinergi membantu dan mendukung pemerintah, kepolisian dan BNN.

“Kami akan  terus tanpa henti dan tanpa kenal lelah melaksanakan program pencegahan baik preemtif maupun pereventif melalui edukasi, sosialisas,i dan penyuluhan kepada masyarakat, tentang bahaya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Tony mengatakan, jika program rehabilitasi bagi para pecandu korban penyalahgunaan narkoba dan P4GN)ini berhasil, maka pada Tahun 2027 Provinsi Lampung akan kasus prevalensi korban penyalahgunakan narkoba akan nol  (zero).

Untuk itu, Tony berharap para korban penyalahgunaan narkoba  tidak takut datang ke BNN Provinsi Lampung maupun BNN Kabupaten/Kota atau  ke kantor Granat untuk melakukan rehabilitasi medis, rehabilitasi psikis, dan rehabilitasi sosial.

“Saat ini ada 50 IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor), yaitu RSUD atau Puskesmas di Provinsi Lampung, yang telah ditunjuk pemerintah sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI,” katanya.

Tony mengatakan, BNN akan memberikan jaminan kepada para pecandu penyalahgunaan narkoba yang lapor untuk  direhabilitasi.

“BNN akan memberikan tiga jamunan; yaitu tidak dipidana, direhabilitasi gratis, dan identitas pecandu korban penyalahgunaan narkoba akan dirahasiakan,” katanya.

Tony menegaskan, para pecandu korban penyalahgunaan narkoba tidak mau melakukan rehabilitasi, itu berarti menunggu menjadi idiot.

“Mereka akan mengalami kerusakan jaringan syaraf dan menderita penyakit komplikasi. Sebab, narkoba menyerang jaringan organ-organ vital dalam tubuh manusia. Kematian yang sia-sia pun tinggal menunggu waktu,” tandasnya.