Beranda News Pusiban Gubernur Arinal Pertegas Percepatan Bandara Radin Inten II sebagai Embarkasi Haji

Gubernur Arinal Pertegas Percepatan Bandara Radin Inten II sebagai Embarkasi Haji

450
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Gubernur Lampung Arinal Djunaedi mengatakan pihaknya sedang berupaya melakukan percepatan Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Internasional dan dapat menjadi Bandara embarkasi haji dan umrah. Saat ini, Bandara Radin Inten II sudah berstatus bandara internasional, sehingga peluang menjadi bandara embarkasi haji dan umrah tinggal selangkah lagi.

“Dengan seluruh dukungan pemerintah pusat salah satunya Kementerian Perhubungan akan semakin mempercepat terealisasinya Bandara Radin Inten II sebagai embarkasi haji penuh di tahun 2020,”kata Arinal di sela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Bandara Radin Inten II Lampung, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Arinal, hal ini merupakan harapan masyarakat Lampung yang menginginkan agar segera diwujudkan berangkat haji langsung dari Branti.

“Tidak ada alasan Lampung tidak menjadi bandara internasional, mengingat Lampung sebagai Provinsi terbesar kedua di Sumatera dalam jumlah penduduknya dan Lampung sebagai penyanggah 40 persen kebutuhan Jakarta dari sektor pertanian,” katanya.

Arinal menyampaikan dalam waktu dekat, yakni akhir Oktober 2019, Lampung akan melakukan penerbangan umroh langsung dari Lampung – Jeddah. Ke depan, Lampung juga telah menyiapkan lahan seluas 100 Hektare untuk pengembangan Bandara Radin Inten II.

“Untuk Bandara, kami sudah punya program-program yang akan kita lakukan dalam waktu dekat, sehingga kita akan wujudkan. Ini harus segera terealisasi dan kita akan terus koordinasi dengan Dirut Angkasa Pura II untuk bagaimana prospek Bandara kedepannya. Kita sedang mempersiapkan agar lebih berkembang lagi Angkasa Pura tetapi harus juga ada daya dukung dari Bandara yang berkaitan dengan pariwisata terutama Bandara Taufik dan Gatot Subroto,” ujarnya.

Selain pengembangan Bandara, Arinal juga menyinggung pembangunan Stasiun Kereta Api Bandara dan skybridge. Juga rencana pembangunan Shortcut Tegineneng – km.3 Panjang – Tarahan serta rencana pelayanan kereta api khusus Bandara.

“Saya akan secepatnya berkoordinasi dengan PT. KAI agar yang terkait dengan kereta api segera bisa kita lakukan,” katanya.

Pada bagian lain, Arinal mengucapkan terimakasih atas pemberian 40 bus rapid transit, 10 smart bus itera, 2 bus kampus unila dan 6 kapal perintis pelayaran rakyat untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Menhub Budi mendorong Pemda Provinsi Lampung untuk berperan aktif dalam menyampaikan usulan tersebut kepada Kementerian Agama.

“Masih ada waktu 10 bulan untuk penyelenggaraan haji. Sedangkan untuk umroh kan bisa kapan saja,” tambah Menhub Budi.

Menhub Budi juga mengatakan untuk mendukung rencana baik tersebut, dirinya mengharapkan PT AP II dapat segera mengembangkan landasan Bandara Radin Inten II agar bisa didarati pesawat berbadan besar Tipe Airbus 330 untuk mendukung Bandara Radin Inten II sebagai embarkasi setelah penandatanganan pemanfaatan BMN hari ini.

Ia juga mengatakan agar PT AP II dapat mengembangkan Radin Inten II untuk pendaratan private jet serta menggali potensi lain di Lampung.

Penandatanganan MoU Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Lampung ini turut dihadiri oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, pejabat di lingkungan pemerintah daerah Prov. Lampung, dan Direksi BUMN perhubungan terkait.

Sebagai informasi, Bandara Radin Inten II yang melayani 1,99 juta jumlah penumpang pesawat pada tahun lalu, dengan 16. 058 pergerakan pesawat, memiliki terminal penumpang pesawat baru yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019. Terminal baru seluas 9.650 meter persegi ini mengedepankan budaya lokal dengan menampilkan simbol Siger di beberapa area yang merupakan simbol kebanggaan yang sangat melekat dengan masyarakat Lampung. Di samping itu, terminal ini juga dibangun dengan konsep eco airport dan eco energy.

Adapun terminal baru ini berkapasitas sekitar 3 juta penumpang per tahun, dan didukung runway berukuran 2.500 x 45 meter serta apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat. Bandara ini memiliki 3 helipad berukuran 24 x 24 meter.

Loading...