Beranda Ekbis Bisnis Gubernur Lampung: Ke depan Bank Lampung Harus Jadi Agen Pembangunan Daerah

Gubernur Lampung: Ke depan Bank Lampung Harus Jadi Agen Pembangunan Daerah

221
BERBAGI
Gubernur Ridho Ficardo
Gubernur Lampung Ridho Ficardo

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Wagub Bachtiar Basri menghadiri pertemuan antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT.Bank Lampung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Pusat di Kantor Cabang Utama PT.Bank Lampung  Senin  (09/6/2015).

Hadir pada acara tersebut, antara lain, Asisten Bidang Umum Pemprov Lampung Hamartoni Ahadis, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 4 OJK Heru Kristina, Kepala OJK Bandarlampung Besari, Direktur Utama PT.Bank Lampung Mangkoe Sasmito, serta Direksi dan staf PT.Bank Lampung.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengatakan, ke depan BPD (Bank Lampung) akan berperan sebagai agen pembangunan daerah yang bisa mendukung perekonomian daerah. Menurut Ridho, hal itu sudah sudah menjadi komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur mengatakan, pembahasan penyelerasan profil BPD merupakan indak lanjut pencanangan program transformasi BPD yang diluncurkan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 26 Mei 2015lalu.

Gubernur Ridho Ficardo dan Wagub Bachtiar Basri (tengah) foto bersama dengan para pejabat OJK dan Direksi Bank Lampung, Senin (9/6/2015).

“Ini sudah menjadi  komitmen bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Dalam Negeri, Gubernur dan DPRD, Direktur Utama dan Komisaris Utama BPD seluruh Indonesia, dalam rangka mewujudkan BPD sebagai agent of regional development di daerah. Yakni bank regional yang kuat dan berdaya saing tinggi serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Menurut Gubernur, melalui program transformasi dimaksud Presiden Joko Widodo berharap 10 (sepuluh) tahun kedepan BPD akan menjadi tuan rumah didaerah masing-masing dengan aset pertumbuhan mencapai 20% per tahun.

Dikatan juga oleh M.Ridho Ficardo, disisi lain dengan akan berlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), BPD dihadapkan pada 3 faktor tantangan dalam menghadapi tekanan persaingan terbuka industri keuangan dan perbankan di tingkat regional dan global yaitu terutama kebijakan strategis faktor permodalan, pendalaman pasar dan konsolidasi perbankan.

Guna mengantisipasi hal tersebut, BPD harus dapat bersinergi untuk meningkatkan daya saing disektor pembiayaan infrastruktur, mengingat pembangunan infrastruktur diberbagai daerah telah bergulir, meskipun BPD belum dapat berperan banyak didalamnya karena nilai proyeknya sangat besar namun kedepan BPD dapat berkontribusi besar, kuat dan lincah menangkap peluang secara bersinergi.

“Oleh karena itu, diperlukan penguatan permodalan secara organik dan anorganik secara bertahap, yang akan dicapai dimasing-masing BPD antara lain melalui kesiapan infrastruktur dan SDM  serta deviden pay out pada kisaran 30%,”katanya.

Transformasi BPD pada saat ini merupakan momentum yang tepat, dengan memperhatikan kondisi kinerja keuangan BPD secara agregat relatif lebih baik, namun prinsip kehati-hatian pelaksanaan tranformasi kedepan patut dipantau secara cermat khususnya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat diperkirakan dan mampu menjadi penghambat yang serius.

“Dengan demikian kita semua berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam mewujudkan tercapainya transformasi BPD khususnya bagi Bank Lampung agar mampu berkompetisi dalam menghadapi persaingan bisnis, ” kata Gubernur.

Loading...