Rusuh Lampung Tengah: Gubernur dan Kapolda Hadiri Ikrar Damai

Bagikan/Suka/Tweet:
Gubernur, Bupati, Wabup, dan Kapolda saksikan  ikrar damai antara warga Dusun 1 dan Dusun 2 Tanjungrejo, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (12/12).

Gunung Sugih —Pascabentrok 27 November lalu antara Dusun 1 dan Dusun 2 Tanjungrejo, Desa Tanjung Haapan, Kecamatan Anak Tuha,  Polda Lampung menggelar Ikrar Damai Operasi Aman 2 Krakatau 2014 di Lapangan Merdeka Kecamatan Anak Tuha, Jumat  (12/12).

Acara dihadiri  oleh Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, Kapolda Lampung Heru  Winarko, Perwakilan Menkopolhukam, Bupati Lampung Tengah Ahmad Pairin , dan para  pejabat teras Polda , Forkopimda Lampung dan Muspida Kabupaten  Lampung Tengah.

Ikrar damai yang sekaligus menjadi silahturahmi Gubernur M Ridho Ficardo dengan warga masyarakat yang bentrok itu dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, disaksikan langsung  Gubenur Lampung, Kapolda dan Bupati Lampung Tengah. Dua perwakilan warga dari dua dusun membacakan perjanjian damai, lalu menandantangani ikrar damai. Mereka berjanji untuk mengakhiri konflik yang terjadi.

Kapolda Lampung Heru Winarko dalam sambutannya menyatakan bahwa kebersamaan adalah kunci dari penyelesaian konflik. “Marilah bersama-sama kita membangun dan hidup berdampingan. Kuncinya bersama-sama, ingat kita satu tanah air,” kata Heru.

Selain itu perwakilan masyarakat juga menyampaikan terima kasihnya kepada Polda Lampung dan Pemerintah Lampung Tengah serta Pemprov Lampung atas tindakan dalam membimbing, mengayomi, dan  memberikan bantuan kepada warga masyarakat. 

Bupati Lampung Tengah Ahmad Pairin mengungkapkan,  total ada 106 rumah yang menjadi korban bentrok. Pemerintah Kabupaten Lamteng dan Pemprov Lampung turut membantu sebanyak Rp 1,7 miliar untuk merenovasi rumah korban yang hangus terbakar. (Baca: Inilah Kronologi Rusuh Lampung Tengah yang Menyebabkan Puluhan Rumah Dibakar)

“Bantuan nanti akan diberikan dalam bentuk tabungan, kepada warga korban bentrok,” kata Pairin.

Gubernur M. Ridho Ficardo  berjanji akan membantu kabupaten Lampung Tengah dalam menanggung kerugian akibat bentrok. “Kita pasti bantu, agar masyarkat bisa cepat beraktivitas seperti biasanya. Saya minta ini kejadian yang terakhir kali dan tidak pernah terulang lagi,” kata Gubernur.

Gubernur  mengingatkan bahwa kita harus menjaga keamanan karena aman dan kondusif adalah rel menuju kesejahteraan. 

“Seberapa besarnya dana pembangunan takan ada artinya jika suasana tidak aman dan kondusif. Mungkin itu yang kita harus sadari bersama, ketika semua saling menjaga keamanan kita bisa manfaatkan dana untuk hal lain yang bisa lebih dirasakan manfaatnya,” katanya.

Dalam hal ini Gubernur juga menyampaikan kabar gembira, bahwa Lampung akan mendapatkan DIPA 2 kali lipat dari pemerintah pusat di tahun depan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Lampung.

Selesai ikrar damai di Lapangan merdeka, Gubernur dan rombongan melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah di Masjid sekitar Kecamatan Anak Tuha. (Baca:  Bentrok di Lampung Tengah Diduga karena Salah Paha)

Gubernur M.Ridho bertemu dengan  warga Tanjungrejo,  Lampung Tengah, Jumat (12/12).

Setelah itu Gubernur beserta Rombongan mengecek Pos Operasi Pengamanan, terlihat beberapa pasukan mulai ditarik dari lokasi. 

Gubernur juga mengunjungi Sistem Resi Gudang di Kampung Tanjung Harapan yang dijadikan tempat penyimpanan bantuan logistik untuk para korban, di sana cukup terlihat banyaknya logistik bantuan dari antarkecamatan, komunitas dan pemerintah daerah. 

Bersama Kapolda dan Bupati Lampung Tengah, Gubernur terlihat sesekali melakukan diskusi-diskusi serius terkait konflik dan keadaan pasca konflik.

Gubernur M Ridho juga berkeliling ke dusun 1 dan 2 untuk menyusuri awal mula konflik dan bersilahturahmi mendatangi warga di dusun 1 dan 2.