Gubernur Papua Dideportasi Papua Nugini, Mendagri Sebut Memalukan

  • Bagikan
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian/Kemendagri

TERASLAMPUNG.COM — Gubernur Papua Lukas Enembe dideportasi dari Papua Nugini (PNG) karena dianggap melanggar aturan keimigrasian. Lukas masuk ke PNG tanpa prosedur yang benar pada Selasa (31/3/2021) menggunakan ojek, dengan alasan hendak berobat.

BACA: Dikabarkan Kabur ke Papua Nugini, Ini Penjelasan Gubernur Papua Lukas Enembe

Terkait deportasi terhadap Gubernur Papua, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan tindakan Gubernur Papua Lukas Enembe ke PNG tanpa izin tetap salah dan memalukan, meskipun dengan alasan hendak berobat.

“(Apa) Yang dilakukan Gubernur Papua adalah salah dan tidak benar walaupun alasannya berobat,” kata¬† Tito Karnavian, dikutip CNN Indonesia dari Antara, Senin (5/4/2021).

Tito mengaku Gubernur Lukas Enembe sempat menelpon dirinya sekembalinya dari PNG. Kepada Mendargri Lukas menyampaikan alasannya ke PNG, yaitu untuk berobat.

“Namun saya menyatakan apa yang dilakukan salah, karena tidak sesuai prosedur. Kemendagri tidak pernah melarang kepala daerahnya untuk berobat termasuk bila tujuannya berobat ke luar negeri, namun harus sesuai prosedur yakni meminta izin ke Kemendagri,” katanya.

Tito mengatakan, seharusnya bila mendesak, Gubernur Enembe, menelepon untuk memberitahukannya yang kemudian disusul dengan surat resmi.

“Nanti saya akan menanyakan penyebab Gubernur Enembe pergi secara ilegal dalam pertemuan nanti karena itu sangat memalukan, ” tegas Mendagri Tito Karnavian.

Pemerintah PNG mendeportasi Gubernur Enembe dengan dua pengikutnya sehingga Konsulat RI di Vanimo mengeluarkan surat pengganti laksana pasport (SPLP) dan dipulangkan melalui PLBN Skouw, Jumat (3/4/2021).

Loading...
  • Bagikan