Beranda News Pusiban Gubernur : Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan “On The Progress”

Gubernur : Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan “On The Progress”

162
BERBAGI

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat diwawancarai media usai acara Refleksi Satu tahun Kepemimpinan Ridho–Bachtiar, Rabu (3/6) di Ruang Abung, Balai Keratun .

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com—Gubernur M.Ridho Ficardo menyatakan prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Lampung masih “on the progres” dan menitikberatkan anggaran untuk perbaikan jalan provinsi dengan titik utama ada perbaikan infrastruktur jalan.

“Yang paling utama dan  diharapkan adalah  perbaikan infrastruktur  jalan dan jembatan. Kita belum berhasil masih “On the progres”.  Kita menitikberatkan anggaran untuk perbaikan jalan provinsi dengan titik utama adalah  perbaikan  infrastruktur  jalan,” kata Gubernur M.Ridho saat acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur M.Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur  Bachtiar Basri di ruang Abung, Balai Keratun, Rabu (3/6).

Menurut Gubernur prioritas pembangunan dalam  lima tahun kedepan adalah  pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan  pubik khususnya pendidikan dan kesehatan, pembangunan pertanian, penyedian energi, dan  pengembangan pariwisata.

Meski demikian diakuinya , pada kondisi awal bertugas, terjadi defisit APBD provinsi  sebesar Rp600 Milyar untuk menyelesaikan  hutang bagi hasil kepada kabupaten /kota sehingga sangat membebani keuangan daerah apalagi dengan kondisi jalan , jembatan, pengairan dan energi rusak parah.

Gubernur menjelaskan setelah pemerintah pusat  di bawah kepemimpinan Jokowi– JK  telah terjadi perubahan di kementerian Kemenpupera  dan ini menjadi hambatan tersendiri dengan  tertundanya dan terkendalanya tender-tender  sehingga banyak jalan-jalan  di provinsi Lampung  agak lambat diperbaiki. Bahkan  terdapat 10 ruas jalan provinsi yang rusak akibat dari pengalihan arus lalu lintas yang ada.

“Telah terjadi reorganisasi  dikementerian PU dan Perumahan Rakyat dan  Alhamdulilah baru selesai. Untuk infrastruktur dibutuhkan anggaran sebesar Ro 4 Triliyun dimana baru dianggarkan Rp1 triliyun.Jika  sudah tertangani dengan baik maka pembangunan  infrastruktur  jalan akan segera on go progres. Kita juga  mencari soft loan, untuk memenuhi PAD kita,” jelasnya.

Sementara itu, koordinasi antara pemerintah  pusat dengan provinsi dapat terjalin dengan baik. Hampir tidak ada penolakan artinya ada dukungan penuh dari pemerintah  pusat.
Dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo akan ke Lampung , akan melakukan  groundbreking ke Bakauheni terkait pembangunan dermaga . Rencananya akan dibangun 10 dermaga, lima  di Bakauheni dan lima di Merak.

Terkait pembangunan Bandara Raden Inten II. Sedang dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena bandara ini milik pemerintah  pusat. Ada beberapa alternatif jalan yang sudah ditempuh.
Selain itu, diresmikan kapal roro jurusan Panjang–Tanjung Perak, Surabaya dalam rangka mendukung program  tol laut.

Sementara itu disektor perekonomian, masyarakat dunia usaha semakin positif . Terbukti dengan meningkatnya realisasi investasi di provinsi  Lampung  sehingga roda perekonomian semakin baik. Konsumsi domistik juga  tinggi dan  kita harus  jaga stabilitas politik dan keamanan agar masyarakat  dapar makmur dan sejahtera.

“Total realisasi  investasi  tahun 2014 mencapai Rp 518.9 Milyar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 176,79 milyar dan Penanaman Modal Dalam Negeri  (PMDN) Rp342,2 Milyar. Sedangkan total investasi triwulan I  tahun 2015 mencapai Rp270,2 Milyar yang berasal dari PMA dan PMDN sebesar Rp132,9 Milyar dan Rp137,3 Milyar.”

Disamping itu juga adanya MoU antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan investor Tiongkok , China Shenhua Energy Ltd untuk kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang di Kabupaten Mesuji sebesar 2 x 350 MW.

Gubernur juga   mengungkapkan untuk   mengurangi defisit energi telah dilakukan  percepatan pembangunan  PLTG Sribawono 100 MW  dan PLTG Sutami 100 MW  (konstruksi dimulai pada tahun 2014 dan operasional pada tahun 2015). Selain itu PLTG  Labuhan Maringgai 200 MW (konstruksi pada 2015 dan operasional pada tahun 2016). Pembangunan pembangkit listrik mulut tambang Mesuji 6 x 350 MW. Percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Rajabasa, Ulubelu dan Suoh.

Kawasan indusri stategis yang aka dibangun sepanjang  jalan tol melewati Kawasan Industri Maritim  /KIM Tanggamus. Kawasan Indistri baru di Lampung Selatan, Kawasan Industri terpadu dengan pembangkit listrik dan pelabuhan di Mesuji.

Potensi pariwisata Lampung ada di Teluk lampung, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) , Taman Nasional Way Kambas, dengan pengembangan pariwisata yang diarahkan pada pengembangan ekowisata berbasis alam dengan prioritas pengembangan wilayah pesisir dan kawasan hutan (zona pemanfaatan).

Di bidang pendidikan adalah program  peningkatan insentif guru honor se Provinsi  Lampung, berbagai beasiswa , penyelesaian ITERA meski itu milik pemerintah  pusat. Bahkan kawasan olah raga terpadu rencananya akan ada dikawasan ITERA.  Menpora mensyaratkan mendukung pembangunan tersebut dan telah tersedia    lahan  seluas 50 Hektar. Mas Alina Arifin

Loading...