Beranda Headline Gubernur Ridho Ficardo Sindir Bupati Mustafa dan Walikota Herman HN

Gubernur Ridho Ficardo Sindir Bupati Mustafa dan Walikota Herman HN

6170
BERBAGI
Gubernur Lampung Ridho Ficardo
Gubernur Lampung Ridho Ficardo saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musrenbang di Hotel Swissbell, Bandarlampung, Rabu (5/4/2017).

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung masih setahun lagi, suhu politik di Lampung mulai menghangat. Aksi menyerang secara halus (sindiran) pun mulai dilakukan tokoh yang kemungkinan besar akan maju pada Pilgub 2018 mendatang.

Meskipun agak halus, Gubernur Ridho Ficardo sudah dua kali ‘menyerang’ Bupati Lampung Tengah Mustafa. Serangan pertama dilakukan Ridho saat meresmikan lima gedung SMA dan SMK baru di Lampung Tengah, 31 Maret 2017.

Saat itu, berbicara di luar konteks peresmian gedung sekolah baru, Gubernur Ridho Ficardo membanggakan keberhasilannya membangun Lampung sembari menyampaikan pernyataan terkait konteks tugas kepala daerah dan pihak yang bertugas menjaga keamaan sebuah daerah.

“Tugas kepala daerah adalah mendekatkan kesejahteraan kepada masyarakat, sehingga kemiskinan dan kejahatan dapat ditekan. Itu kuncinya. Sedangkan untuk keamanan itu sudah menjadi kewajiban dari TNI dan Polri,” kata Ridho.

BACA: Gubernur Ridho Ficardo: Kepala Daerah Bertugas Sejahterakan Rakyat

Pernyataan nyaris serupa diulangi oleh Ridho saat memberikan sambutan pada pembukaan Musrenbang Pemprov Lampung di Hotel Swissbell, Bandarlampung, Rabu  (5/4/2017).

Seperti biasanya, pada forum yang dihadiri Dirjen Otonomi Daerah Sony Sumarsono, para bupati-walikota, para kepala SKPD, akademikus, dan undangan lainnya itu Gubernur Ridho memaparkan kesuksesannya membangun Lampung.

“Serangan” terhadap Mustafa dimulai dengan mengungkapkan keberhasilan dirinya memperoleh penghargan  dari pemerintah pusat karena dinilai sukses menangani konflik di Lampung.

“Saya bersyukur atas penghargaan penanganan konflik di Lampung. Penghargaan ini tidak hanya bagi Pemda Provinsi Lampung, tetapi juga bagi Polda Lampung selaku aparat keamanan. Jadi, bagi saya yang menjaga keamanan itu adalah tugas Polri dan aparat keamanan lainnya bukan Pemda. Kalau tugas Pemda itu menyejahterakan rakyat. Ketika rakyatnya sejahtera maka otomatis rakyat tidak berpikir untuk berbuat jahat sehingga tingkat kejahatan akan menurun,” katanya.

Usai menyampaikan pernyataan itu, tiba-tiba Gubernur Ridho menyampaikan pernyataan yang melompat dari tema dan objek yang tidak jelas.

Katanya,”Saya juga tidak tahu apakah dia dilahirkan untuk menjaga keamanan ya?”

Beberapa wartawan bisik-bisik bahwa pertanyaan retoris itu diarahkan kepada Bupati Mustafa yang selama ini memang dikenal sebagai kepala daerah yang gencar dengan program rondanya. Bahkan, Mustafa menjadikan program ronda di Lampung Tengah sebagai bahan ‘jualannya’ untuk merintis upaya maju Pilgub 2018.

Tidak hanya menyindir Mustafa. Pada acara Musrenbang Gubernur Ridho Ficardo juga menyindir Walikota Herman HN terkait jalan layang.

Itu dilakukan Ridho saat memaparkan sejumlah program pembangunan transportasi diantaranya pemerintah daerah Provinsi Lampung. Menurutnya, ia merencanakan akan membangun sarana transportasi darat kereta api double track jalur Cempaka-Rejosari dan short cut Rejosari – Tarahan .

“Semua itu akan kami bangun demi kelancaran transportasi untuk masyarakat. Kan kasihan para pengendara motor dan mobil kalau harus melalui banyak fly over,” katanya.

TL/TIM