Beranda News Pusiban Ridho Ficardo Ajak Gubernur Se-Sumatera Satukan Langkah Sinergikan Pembangunan

Ridho Ficardo Ajak Gubernur Se-Sumatera Satukan Langkah Sinergikan Pembangunan

214
BERBAGI
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dalam acara APPSI di Hotel The 7, Rabu (27/4)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com–Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo mengajak para Gubernur se-Sumatera menyatukan langkah guna mensinergikan pembangunan di seluruh Sumatera.

“Sumatera harus menjadi tongkat estafet pembangunan selanjutnya. Kita memiliki SDM dan SDA yang memadai. Untuk itu kita harus memilik kesadaran bukan hanya internal Provinsi. Tapi kesiapan Pulau Sumatera mengambil alih tongkat estafet pertumbuhan,” ujar gubernur ketika membuka pencerahan APPSI Bagi Pejabat Tingkat Provinsi se-Sumatera, di The 7 Hotel Bandarlampung,Rabu (27/4)

Menurut Ridho, Provinsi Lampung merupakan gerbang antara Pulau Sumatera dan Jawa. Sehingga bila dikelola secara efektif akan memberikan efek ganda pada pembangunan Sumatera secara keseluruhan.

Terkait dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN, gubernur menyampaikan, banyak pihak yang khawatir akan banyaknya pekerja asing masuk ke daerah sehingga mengambil lapangan kerja.

”Tapi saya lebih khawatir, tenaga profesional kita yang keluar untuk bekerja disana. Tantangan terbesar kita adalah bagaimana mempertahankan tenaga profesional kita agar tidak keluar ke negara lain. Tantangan dan peluang ke depan, yakni bagaimana membangun dan mengambil situasi dari keunggulan geografis, serta menjadi keunggulan kompetitif di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Ridho memaparkan rekomendasi yang disampaikan oleh APPSI kepada Pemerintah Pusat dalam rangka mengambil kebijakan yang diperlukan. Pertama dalam rangka menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2015, diperlukan dukungan pemerintah pusat untuk mengoptimalisasikan sektor agribisnis dengan menambah anggaran on top 1 trilyun per Provinsi untuk mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai.

Kedua, melaksanakan penandatanganan MoU antara para Gubernur dengan Kepala BPKP, Kapolri, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri dalam rangka peningkatan peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk pencegahan dan penanggulangan tindak pidana korupsi.

Ketiga, Pemerintah segera mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan daya saing. Dalam hal ini, secara bertahap Pemerintah telah melaksanakannya.

Keempat, dalam mengatasi perlambatan ekonomi nasional, APPSI telah mengadakan dialog dengan empat Direktur Utama Bank Negara. Hasilnya telah direkomendasikan kepada Presiden, diantaranya saran untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Usulan APPSI tersebut mendapatkan respon positif dari Presiden bahwa bunga bank Pemerintah yang semula 22 %, diturunkan menjadi 19 %, dengan rincian 12 % ditanggung debitur dan 7 % disubsidi Pemerintah.

Acara ini dihadiri oleh  pejabat tingkat Provinsi se-Sumatera, acara pencerahan juga dihadiri oleh Prof. Ryaas Rasyid, Prof. Muchlis Hamdi dan Prof. Bachtiar Effendy selaku Dewan Pakar APPSI.
Dalam paparannya Prof. Ryaas Rasyid menyampaikan keberhasilan pemerintahan dapat dilihat dari kesejahteraan rakyat.

Ada 5 tolok ukur kesejahteraan yaitu pertumbuhan, inflasi, disparitas, kemiskinan,,dan pengangguran.

Loading...