Beranda Teras Berita Gubernur Sumatera Utara dan Istri Mudanya Ditahan KPK

Gubernur Sumatera Utara dan Istri Mudanya Ditahan KPK

201
BERBAGI
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho  mengenakan rompi oranye saat keluar dari ruang pemeriksaan KPK, Senin malam (3/8/2015).KPK akan menahann KPK di Rutan Cipinang hingga 20 hari ke depan. (Foto: metrotvnews.com).

JAKARTA, Teraslampung.com — Setelah diperiksa selama beberapa jam terkait kasus suap terhadap hakim PTUN Medan, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho akhrnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin malam (3/8/2015). Penyidik KPK menahan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho istri mudanya, Evy Susanti, karena sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk melakukan penahanan.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Gatot dan Evy tampak mengenakan seragam oranye, seragam tahanan KPK. Selanjunya, Gatot dan Evy akan ditahan selama 20 hari ke depan. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan berbeda. Gatot ditahan di Rutan Cipinang, sedangkan istri mudanya di Rutan KPK..

Gatot yang keluar sekitar pukul 21:10 WIB, Jakarta, Senin (3/8) malam. Ia hanya tersenyum dan tidak mau meladeni sejumlah pertanyaan para wartawan. Ia langsung menuju mobil yang akan membaanya ke Rutan.

Selang beberapa menit kemudian, disusul istri mudanya Evy pun keluar dari Gedung KPK dengan didampingi kuasa hukumnya, Razman Arief Nasution. Evy juga bungkan saat dimintai komentarnya oleh para wartawan.

Sebelumnya, pada Senin siang sekitar pukul 11. 55 WIB  Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evi Susanti datang ke KPK untuk diperiksa sebagai tersanga terlait perkara dugaan tindak pidana korupsi suap majelis hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Keduanya datang didampingi  pengacaranya, Razman Arief Nasution.

Saat itu Gatot memakai baju batik cokelat lengan panjang, sedangkan  Evi  mengenakan kerudung hijau tua dan baju batik warna ungu dan rok hitam. Saat akan memasuki Gedung KPK dan disapa para wartawan, keduanya terlihat tersenyum.

Pemeriksaan Senin sing meupakan kali pertama Gubernur Sumatra dan istri mudanya itu diperiksa sebagai tersangka sejak mereka ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya Gatot dan Evi diperiksa sebagai saksi di KPK. Gatot sudah dua kali diperiksa KPK sebagai saksi yaitu pada 22 dan 27 Juli 2015 sedangkan Evi juga diperiksa pada 27 Juli 2015.

Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji menambahkan bahwa saat ini KPK pun masih mengembangkan kasus ini khususnya kepada sumber pemberi suap.

“Memang ada beberapa fokus, yaitu pengembangan penyidikan terkait sumber uang suap, selain itu kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang bertanggung jawab atas sumber uang suap itu selain Gubernur dan ES (Evi Susanti). Pengembangan memang dibutuhkan untuk memperjelas tindak pidana korupsi suap dan keterkaitan objek-objek tipikor lainnya,” kata Indriyanto, Senin siang (3/8).

Gatot dan Evi disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Pasal tersebut mengatur tentang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling kecil Rp150 juta dan paling banyak Rp750 juta.

 KPK juga sudah menetapkan enam tersangka lain dalam kasus terebut. Mereka terdiri atas penerima suap terdiri atas Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota majelis hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG) serta panitera/Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY), sedangkan tersangka pemberi suap adalah pengacara senior OC Kaligis dan anak buahnya bernama M Yagari Bhastara Guntur (MYB) alias Gerry.

Bambang Satriaji

Loading...