Beranda News Nasional Gubernur Sumut Bantah Tahu Soal Suap kepada Tiga Hakim PTUN Medan

Gubernur Sumut Bantah Tahu Soal Suap kepada Tiga Hakim PTUN Medan

162
BERBAGI
Razman Arif  Nasution (Foto: liputan6.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Razman Arif Nasution, kuasa hukum Gatot, menegaskan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho  tidak tahu menahu soal suap yang diduga dilakukan M Yagari Bhastara alias Gerry, anak buah Kaligis, kepada hakim dan panitera PTUN Medan.

“Pak Gatot tidak tahu dan bahkan sesungguhnya beliau dan Bu Evy tidak sependapat dengan upaya hukum TUN,” kata Razman, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/7).

Menurut Razman, Gatot Pujo Nugroho  memercayakan urusan pemilihan kuasa hukum kepada istrinya, Evy Susanti, untuk menangani perkara sengketa antara Pemerintahan Provinsi (Pemprov) dengan Kejaksaan Tinggi (Kajati).

 Evy adalah  penghubung antara Pemprov Sumut dengan kantor pengacara OC Kaligis untuk mengurus perkara sengketa Tata Usaha Negara (TUN) antara Pemprov Sumut dengan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut terkait surat penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial.

“Bu Evy sudah kenal OC Kaligis sejak beberapa tahun lalu sebelum ketemu Pak Gatot,” ujar Razman,  di

Menurut Razman  bantuan yang diberikan Evy agar kinerja Pemerintahan Daerah tidak terganggu. Evy bersedia mengeluarkan dana untuk membayar biaya operasional Kaligis dan anak buahnya yang besarannya mencapai ribuan dolar AS.

Razman membantah dana tersebut untuk menyuap hakim PTUN. “Mengeluarkan dana untuk lawyer fee, operational fee, bukan untuk menyuap hakim. Silakan buka rekaman, tidak pernah ada untuk menyuap. Tidak ada permintaan dana, sumber dananya dari mana,” katanya.

Razman mengatakan, biaya operasional untuk pengacara diminta langsung oleh Kaligis. Besaran yang diminta Kaligis biasanya sekitar 3 ribu dolar AS hingga 10 ribu dolar AS.

“Asal berangkat ke Medan, minta uang pernah 5 ribu (dolar AS), 10 ribu (dolar AS), 3 ribu dolar AS. Tergantung permintaan,” kata dia.

Dalam kasus ini, KPK telah meminta Imigrasi melakukan pencegahan kepada Gatot untuk berpergian ke luar negeri.

Kasus ini bermula dari perkara korupsi dana bantuan sosial yang mengaitkan sejumlah pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kasus korupsi yang kini ditangani Kejaksaan Agung itu digugat oleh Pemprov Sumatera Utara.

Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, kasus ini mengendap di Kejaksaan Tinggi. Dalam proses gugatan ke PTUN Medan itulah, KPK kemudian membongkar dugaan praktik penyuapan yang dilakukan oleh Gerry kepada tiga hakim dan satu panitera.

Ketiga hakim PTUN Medan itu adalah Tripeni Irinto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Sementara seorang panitera adalah Syamsir Yusfan. KPK menduga Kaligis terlibat dalam penyuapan ini. Gerry beserta tiga hakim dan panitera tersebut serta Kaligis kini telah ditahan.

Bambang Satriaji

Loading...