Beranda Hukum Gugatan “Class Action”, Mantan Aktivis 98 Minta Kantor Gubernur Lampung Disita

Gugatan “Class Action”, Mantan Aktivis 98 Minta Kantor Gubernur Lampung Disita

199
BERBAGI
Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri saat acara geladi bersih pelantikan Gubernur dan Wakil Gubenur Lampung di Ruang Sidang DPR Lampung, 1 Juni 2014 lalu.

JAKARTA, Teraslampung.com –  Gugatan class action yang diajukan para mantan aktivis 98 yang tergabung tidak main-main. Lewat kuasa hukumnya mereka akan menuntut agar Kantor Gubernur Lampung disita.Gugatan tersebut diajukan karena Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri dituduh telah membohongi rakyat Lampung. Yang dilakukan Gubernur dan Wagub Lampung selama setahun, kata mereka, tidak sesuai dengan janjinya yang akan “memberi dan melayani masyarakat Lampung”.

“Berkas, tim advokat dan wakil penggugat class action rakyat Lampung ‘Menagih Janji Ridho-Bakhtiar’ sudah siap sembilan puluh persen. Tinggal memohon doa dan dukungan rakyat Lampung,” ujar Agus Rihat P. Manalu, Koordinator Team Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia, dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi Teraslampung.com, Selasa dini hari (30/6/2015).

Agus menerangkan, berkas akan didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang di Bandarlampung pada  Kamis (2/7/2015) pukul 10.00 WIB bersama para penggugat yang mewakili rakyat Lampung serta para simpatisan dan media massa.

Secara hukum, lanjutnya, janji-janji kampanye adalah suatu perikatan (verbintenis) yang harus dipenuhi. Bila tidak dilaksanakan, maka dapat dikatakan perbuatan ingkar janji (wanprestasi) yang mengarah tindakan melawan hukum (wederrechtelijk).

“Kami akan minta pengadilan untuk lakukan sita jaminan atau conservatoir beslag atas kantor Gubernur Lampung. Ini bentuk jaminan agar tergugat melaksanakan putusan. Bila dikabulkan, akan dikeluarkan ketetapan, sehingga Gubernur dan Wagub harus keluar dari kantornya karena dalam status disita oleh pengadilan,” tegas mantan aktivis ’98 tersebut.

Kuasa hukum lain, Mangapul Silalahi dan Masrina Napitupulu, menyatakan kesiapan bersidang.

“Kami siap lahir batin. Semoga majelis hakim nanti memiliki hati nurani untuk kabulkan gugatan dan harapan rakyat Lampung. Bila rakyat di daerah lain juga membutuhkan, kami selalu siap. Doakan kami sehat agar bisa terus membela keadilan,” kata Mangapul Silalahi.

Terpisah, seorang penggugat, Fadilatul Rahma, mengaku dirinya berkomitmen  menagih janji Gubernur dan Wagub Lampung.

“Insya Allah keluarga besar di Way Kanan dan Lampung Utara dukung langkah saya. Ini demi perbaikan Sai Bumi Ruwa Jurai tercinta,” tuturnya.

Loading...