Beranda Hukum Gugatan “Class Action”, Penggugat dan Tergugat Diberi Waktu 40 Hari untuk Lakukan...

Gugatan “Class Action”, Penggugat dan Tergugat Diberi Waktu 40 Hari untuk Lakukan Mediasi

201
BERBAGI
Sidang gugatan ‘class acrtion’ di PN Tannjungkarang, Selasa (28/7/2015)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang menggelar sidang lanjutan gugatan class action sebagai penggugat Ricky HS Tamba dan tergugat M.Ridho Ficardo secara pribadi dan selaku Gubernur Lampung, Selasa (28/07).

 Sidang yang dipimpim majelis hakim Nelson Panjaitan dengan hakim anggota A.Suhel dan Sutaji ini hanya memeriksa kelengkapan administrasi penggugat maupun tergugat.

Ketua Majelis Hakim Nelson Panjaitan mengatakan, pada kesempatan sidang kedua ini, majelis hakim menawarkan adanya mediasi diantara pihak penggugat dan tergugat. Proses mediasi dilakukan selama 40 hari dengan harapan setelah adanya mediasi muncul kata sepakat dalam penyelesaian perkara yang terjadi.

Penggugat dan tergugat sepakat melakukan mediasi. Pada mediasi pertama yang dipimpin oleh hakim mediator Syamsudin, kuasa hukum penggugat mengatakan, M.Ridho Ficardo setelah menjadi Gubernur Lampung tidak melaksanakan janji-janjinya ketika masa kampanye  diantaranya membenahi pertanian, memperbaiki infrastruktur.

Berdasarkan materi gugatan yang dibacakan tersebut, hakim mediator mempersilakan tergugat dalam hal ini Gubernur Lampung untuk menanggapi materi gugatan.

Dalam tanggapannya, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Zulfikar yang juga bertindak selaku kuasa hukum Gubernur Lampung menjelaskan, bahwa pihaknya perlu melaporkan terlebih dahulu upaya mediasi yang dilaksanakan pada hari ini.

Di tempat terpisah, Zulfikar mengatakan pihak Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi atas upaya mediasi yang dilaksanakan. “Semoga langkah yang dicapai dapat membawa dampak yang baik bagi pemerintahan  khususnya pembangunan bagi masyarakat di Provinsi Lampung,” kata dia.

Sementara itu, kuasa hukum tergugat berharap majelis hakim memenuhi harapan rakyat yang ingin Lampung maju dan sejahtera.

“Majelis berdomisili di Lampung dan melihat langsung kondisi buruk infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya. Mohon doa rakyat Indonesia,” ujar Koordinator Tim Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia, Agus Rihat P. Manalu, Selasa (28/7/2015).

Agus berharap dengan mediasi ini Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Wagub BakhtiarBasri mau menepati seluruh janjinya sehingga program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat berjalan baik.

Loading...