Gugatan Pilpres di MK: Bawaslu Pertanyakan Hasil Perhitungan Perolehan Suara Tim Prabowo-Hatta Rajasa

Bagikan/Suka/Tweet:
Sidang gugatan Pilpres 2014 yang diajukan tim Prabowo-Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2014. (dok)

JAKARTA, Teraslampung.com — Selain KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga   mempertanyakan hasil perhitungan tim pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang menolak berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden 2014 pada  22 Juli 2014.

Dalam sidang gugatan tim Prabowo-Hatta Rajasa, tim Prabowo mengklaim Prabowo-Hatta Rajasa memenangkan Pilpres dengan suara 67.576.444, sedangkan Jokowi-JK hanya 66.435.124 suara.

“Selisih suara yang diklaim tadi, di TPS mana saja didapatkan? Kecurangan, siapa saja yang melakukan? Kenapa baru dilaporkan sekarang? Kalau dari kemarin tingkat TPS, Bawaslu tak akan tinggal diam, kita akan proses secara pidana,” kata Komisioner Bawaslu, Nasrullah, pada sidang di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

Data yang disampaikan tim Prabowo-Hatta itu berbeda hasil rekapitulasi KPU yang menunjukkan bahwa Jokowi-JK unggul dengan 70.997.833 suara, sedangkan Prabowo-Hatta mendapatkan 62.576.444 suara. KPU kemudian menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres.

Menurut Nasrullah, tim Prabowo-Hatta tidak mengurai klaim angka tersebut berdasarkan data yang jelas. Nasrullah juga mempertanyakan mengapa kubu pasangan nomor urut satu itu tidak mempermasalahkan hal ini saat rekapitulasi tahap awal.

Nasrullah berpesan agar pihak Prabowo-Hatta mengikuti saran hakim MK pada persidangan perdana, Rabu (6/8/2014). Saay itu Hakim MK meminta Prabowo-Hatta untuk membuat pokok permohonan yang bersifat silogisme, mulai dari premis mayor, premis minor, hingga ditutup dengan kesimpulan.

Sebelumnya, KPU mempertanyakan hitung-hitungan kubu Prabowo-Hatta hingga mereka mengklaim sebagai pemenang Pilpres.

Dalam berkas permohonannya, Prabowo-Hatta mengklaim bahwa suaranya dikurangi sebanyak 1,2 juta suara. Sementara itu, suara Jokowi-JK digelembungkan sebanyak 1,5 juta suara.