Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Gunawaan Handoko: Bangun Ring Road dan Pindahkan Kereta Api Babaranjang

Gunawaan Handoko: Bangun Ring Road dan Pindahkan Kereta Api Babaranjang

320
BERBAGI
Gunawan Handoko
Gunawan Handoko

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Pemerhati tata kota Gunawan Handoko menilai rencana Pemerintah Kota Bandarlampung untuk membangun jalan lingkar atau ring road sebagai upaya mengatasi kemacetan patut untuk diapresiasi.

Menurut Gunawan, pembangunan jalan layang atau Fly over yang menjadi proyek mercusuar Pemkot Bandarlampung merupakan program jangka pendek mengingat pembangunan fly over bukan satu-satunya alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

“Untuk jangka pendek kemacetan mungkin akan berkurang setelah fly over itu selesai dibangun. Tapi saya yakin dalam kurun waktu 5 tahun saja kemacetan akan kembali terjadi, karena pertumbuhan kendaraan pribadi akan meningkat pesat,” kata Gunawan, Sabtu (6/2/2016). menanggapi paparan program yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Bandarlampung, Pola Pardede (5/2) tentang wacana Pemkot untuk membangun jalan lingkar.

Menurut Gunawan Handoko, keberadaan fly over juga berdampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dampak negatif yang paling berpengaruh untuk radius 0-25 meter adalah polusi udara, sedangkan radius 26-50 meter adalah dampak kebisingan dan getaran terhadap gangguan tidur. Dan yang paling dikhawatirkan, pada radius 51-75 meter adalah terganggunya kesehatan akibat polusi udara.

Gunawan Handoko berharap agar program untuk membangun ring road jangan hanya sebatas wacana, namun harus diwujudkan dengan dukungan pihak legislatif dan seluruh elemen masyarakat.

“Perkembangan Kota Bandarlampung sangat pesat dan semakin padat sehingga perlu direncanakan sejak sekarang. Dirinya minta agar Walikota Bandarlampung pada kepemimpinan yang ke dua ini akan lebih fokus untuk merealisasikan program ini. Saya yakin Pak Herman HN mampu mewujudkannya. Beliau sudah teruji untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang berat,” kata Gunawan Handoko.

Alternatif lain, kata Gunawan, ada baiknya Pemerintah Kota Bandarlampung untuk membangun jalan di jalur tengah, yakni dengan memanfaatkan jalur kereta api dari stasiun Labuhan Ratu ke Tanjungkarang. Sementara jalur kereta api Babaranjang dipindahkan ke luar kota, sehingga tidak menambah kemacetan.

Menurut Gunawan, keberadaan kereta api Babaranjang punya andil besar dalam menciptakan kemacetan selama ini, sementara kontribusi untuk Pemkot Bandarlampung tidak ada. Kalaupun pihak Pemkot harus mengeluarkan biaya ganti rugi terhadap tanah, tanam tumbuh dan bangunan, nilainya relatif kecil, mengingat sebagian besar lahan yang akan terkena pembangunan jalan merupakan tanah milik negara.

“Rasanya sudah tidak layak lagi ada jalur kereta api yang membelah kota, sementara kendaraan truk dan bus saja dilarang masuk kota. Pemkot tidak perlu memaksakan diri untuk membangun fly over, apalagi jika harus menggunakan dana APBD,: ujar mantan birokrat Dinas PU Kota Bandarlampung ini.

Menurutnya, kita perlu belajar dari beberapa negara yang sudah meninggalkan tradisi menambah jalan layang ini, seperti New Del¬hi (India) dan sebagian negara Amerika Latin. Juga yang terjadi di kota-kota Asia lainnya seperti di Seoul, Korea Selatan.

Gunawan mencontohkn, pada 1968, untuk mengatasi kemacetan pemerintah Korea Selatan membangun jalan layang. Namun selama 35 tahun kemudian, ternyata masalah kemacetan tak kunjung hilang. Selain itu, keberadaan fly over juga menimbulkan lingkungan dan merusak keindahan wajah kota. Akhirnya mereka meruntuhkan jalan layang itu dan mengembalikan fungsi sebagaimana semula.

“Pelaksanaan pembangunan fly over di perkotaan sering menimbulkan perubahan kondisi lingkungan yang merugikan dan berdampak negatif bagi masyarakat dan pengguna lalu lintas di sekitarnya. Salah satu penyebab munculnya dampak negatif tersebut adalah konsekuensi dari metode konstruksi struktur atas yang dipakai. Dampak negatif tersebut antara lain kemacetan lalu lintas, kebisingan, kecelakaan, dan lain sebagainya,” katanya.

Loading...