Beranda News Nusantara Gunung Agung Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Hingga Setinggi 2,5 KM

Gunung Agung Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Hingga Setinggi 2,5 KM

403
BERBAGI
Abu vulkanik setinggi2,5 km keluar dari Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali bergerak ke timur laut,Minggu (24/12/2017).Foto: BNPB

TERASLAMPUNG.COM – Gunung Agung di Bali kembali erupsi pada Sabtu siang dan Minggu pagi (23-24 Desember 2017). Muntahan abu vulkanik setinggi 2,5 kilometer di atas puncak kawah, jatuh ke arah timur laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitihasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Gunung Agung kembali erupsi pada Sabtu (23/12) pukul 11.57 Wita dan Minggu (24/12/2017) pukul 10.05 WITA. Menurut PVMBG, erupsi disertai dengan asap kelabu tebal dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 2.500 meter di atas puncak kawah mengarah ke Timur Laut.

Erupsi hanya sesaat sekitar 10 menit saja. Pascaerupsi asap putih keluar dari kawah, dan kadang disertai embusan.

“Terjadi juga hujan abu disertai pasir tipis terjadi di sekitar lereng Gunung Agung, seperti di Tulamben, Kubu,” jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya.

PVMBG sampai saat ini masih menetapkan Gunung Agung status Awas (level 4). Status Awas ini berlaku sejak (27/11) hingga saat ini. Status Awas ini hanya berlaku pada radius 8-10 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

“Artinya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam radius 8-10 kilometer dari puncak kawah. Di luar area itu aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman,” katanya.

Menurut Sutopo  tidak ada dampak merusak dari kedua erupsi tersebut. Akivitas masyarakat di Bali normal. Justru banyak masyarakat di sekitar Bali menikmati erupsi.

Saat erupsi terjadi, masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak lagi panik.

“Masyarakat tidak mudah percaya pada kabar bohong atau informasi yang menyesatkan. Semua mengacu pada PVMBG sebagai institusi yang kompeten terkait aktivitas gunungapi,” kata Sutopo.

Adanya Pasebaya Gunung Agung yang didukung jaringan radio komunikasi melingkari Gunung Agung menyebabkan informasi dapat cepat dan akurat sampai kepada masyarakat.

Kode VONA (Vulcano Observatory Notice for Aviation) untuk Gunung Agung adalah Orange. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Bandara Internasional Lombok beroperasi normal dan aman.

Selama musim penghujan hingga April 2018, arah angina di Bali akan dominan ke arah Timur – Tenggara sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar akan aman.

TL/kabarnusa.com

Loading...