Guru Mengaji dan Merbot Terima Honorarium

  • Bagikan
Supriyanto/Teraslampung.com
Wabup Mustafa saat menyerahkan bantuan,Jumat (5/12).
GUNUNGSUGIH-  Wakil Bupati Lampung Tengah Mustafa, atas
nama pemerintah  Kabupaten  Lampung Tengah menyerahkan honorarium guru TPA/ guru mengaji dan penjaga masjid/ mushola (marbot).
Penyerahan honorarium tersebut dilaksanakan di dua
tempat, yakni di Aula Kecamatan Gunungsugih untuk guru mengaji dan marbot dari Kecamatan
Gunungsugih, Anak Tuha dan Bumiratu Nuban. Sedang di Aula kecamatan Punggur
untuk guru ngaji dan merbot dari Kacamatan Punggur, Trimurjo dan Kecamatan Kota
Gajah.
Secara keseluruhan bantuan pemerintah daerah berupa
honorarium itu diberikan kepada 3.012 orang, terdiri dari guru ngaji sebanyak 1510 orang dan marbot sebanyak
894 orang. 
Khusus untuk Kecamatan Gunung Sugih, bantuan akan diberikan kepada
45 orang marbot, 75 orang guru TPA dan 64 anak yatim piatu. Sedang untuk Kecamatan Anak Tuha bantuan akan
diberikan kepada 36 orang marbot dan 60 orang guru TPA.  
Di Kecamatan
Bumi Ratu Nuban, bantuan akan diberikan kepada 30 orang marbot dan 50 orang
guru TPA. Selain bantuan kepada guru ngaji dan merbot, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah juga  menyerahkan
santunan kepada 608 Yatim, Piatu,
Yatim Piatu dan Anak -anak Kurang mampu dari 28 kecamatan.
 Sayang, nilai bantuan yang
diberikan kepada masing-masing guru ngaji dan merbot, serta anak yatin belum
diketahui besarannya.
”Memang saya
akui, bahwa bantuan yang diberikan tentunya belum sesuai dengan pengorbanan dan
pengabdian yang telah dicurahkan. Namun demikian tentunya hal ini hanya
stimulan karena apa yang telah dilakukan bapak dan ibu semua adalah karya besar
dalam mendidik dan membentuk watak dan karakter masyarakat yang cerdas dan
berakhlak mulia,”kata Mustofa, membacakan sambutan tertulis Bupati Lampung
Tengah Ahmad Pairin, Jumat (5/12).
Menurut Mustafa, pemberian bantuan keuangan honor bagi para guru TPA, guru mengaji sendiri dan
penjaga masjid, merupakan bagian integral dari pembangunan pendidikan di
Kabupaten Lampung Tengah.  Selain itu, bantuan ini merupakan kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang telah berjasa dalam pembangunan bidang
keagamaan.
”Bantuan
keuangan ini diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru
ngaji di Kabupaten Lampung Tengah yang telah berjasa di bidang keagaaman,”katanya.
Bantuan honorarium tersebut dianggarkan dalam APBD
Kabupaten Lampung Tengah, melalui pos anggaran pembangunan bidang keagamaan. Salah satunya dengan memprogramkan
pemberian dana operasional bagi guru TPA/ Guru mengaji dan penjaga mushola/
masjid.

”Guru ngaji tidak hanya berfungsi sebagai pengajar
Al-Qur’an, tapi pembina mental generasi muda, termasuk bisa menjaga dan
membentengi genarasi muda dari perbuatan maksiat, ancaman narkoba dan minuman keras,”katanya. 

  • Bagikan