Guru SD di Lamsel Masih Sulit Terapkan Cara Penilaian dalam Kurikulum 2013

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com


Para guru saat mengikuti pelatihan Cara Penilaian dalam Kurikulum 2013 di SDN 3 Way Urang, Selasa (21/10/2014). Foto: Teraslampung.com/Iwan J Sastra

KALIANDA – Penerapan Kurikulum 2013–kini lebih dikenal sebagai Kurikurilim 13– di kalangan guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Selatan,  belum sepenuhnya berjalan optimal. Itu dibuktikan dengan  masih banyaknya guru SD di kabupaten serambi pulau Sumatera ini yang merasa kesulitan untuk menerapkan sistem Kurikulum 2013, khususnya yang menyangkut dengan masalah penilaian.

Dalam sistem penilaian yang mengacu pada Kurikulum 2013 harus dituliskan secara detail seperti penilaian sikap, keterampilan, spritual, dan pengetahuan. Hal itu tentunya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan sistem penilaian yang mengacu pada kurikulum sebelumnya.

Untuk memudahkan cara penerapan sistem penilain Kurikulum 2013 tersebut, para guru di SDN 3 Way Urang Kalianda, menggikuti pelatihan cara mudah penilaian menggunakan sistem Kurikulum 2013 yang digelar di sekolah setempat, Selasa (21/10).

Menurut Kepala SDN 3 Way Urang Kalianda Amperawati, pelatihan cara penilaian K.13 yang diikuti oleh para dewan guru disekolah yang dipimpinnya saat ini, merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan secara jelas terkait dengan cara-cara penilaian yang mengacu pada sistem kurikulum tiga belas yang selama ini dirasakan sulit untuk diterapkan oleh masing-masing guru di sekolah setempat.

“Pelatihan cara penilaian yang diberikan kepada guru di sekolah ini (SDN 3 Way Urang, red) menjadi hal yang sangat penting. Apalagi, terdapat guru kelas yang harus aktif menilai aktifitas proses belajar mengajar di sekolah. Ini dilakukan, karena hingga sekarang masih banyak guru yang  kesulitan dalam memberikan penilaian yang mengacu pada sistem Kurikulum 2013,” ujar Amperawati, kepada Baca: Penerapan Kurikulum 2013 akan Dilakukan Secara Bertahap di sela-sela acara pelatihan.

Diungkapkannya, penilaian yang mengacu pada K.13, itu lebih detail dibandingkan dengan penilaian menggunakan kurikulum sebelumnya. Seperti halnya penilaian sikap, keterampilan, spritual, dan pengetahuan.

“Penilaian menggunakan sistem K.13 ini, membuat banyak guru yang waktunya tersita hanya  untuk menyelesaikan penilaian saja, sehingga diyakini proses belajar mengajar akan terbengkalai,” ujarnya.

Amperawati menuturkan, meskipun para dewan guru sudah seringkali mengikuti sosialisasi tentang K.13, namun belum sepenuhnya bisa diterapkan di sekolah. Maka dari itu, lanjutnya, untuk bisa lebih mengerti dan memahmi tentang tata cara penilaian menggunakan sistem K.13 tersebut, pihaknya memberikan pelatihan cara mudah melakukan penilaian sistem K.13 kepada para dewan guru di sekolah setempat, dengan mendatangkan narsumber atau pelatih yang sudah memahami dan mengerti secara detail cara penilaian tersebut.

“Saya selaku pimpinan di SDN 3 Way Urang Kalianda tentunya berharap, dengan diberikannya pelatihan cara penilaian K.13 ini, semua guru di sekolah ini bisa betul-betul memahami dan mampu menerapkannya secara optimal. Sehingga , penerapan kurikulum tiga belas di SDN 3 Way Urang bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapan oleh pemerintah,” katanya.

  • Bagikan