Guru yang Mengubah Indonesia

  • Bagikan

Rini/Lampung Peduli

Pelatihan pembelajaran kreatif dengan tema “Guru yang Mengubah Indonesia”, di Wisma Dahlia Unila, 30 Mei 2014 lalu. (Foto: Dok Lampung Peduli)

BANDARLAMPUNG – Kreativitas  modal utama  guru. Guru yang memiliki kreativitas tinggi, akan mudah mengimplementasikan proses pembelajaran di kelas, termasuk penerapan kurikulum 2013 yang tengah digalakkan pemerintah.

Menyadari pentingnya peran guru dalam kesuksesan pembelajaran di kelas, LAMPUNG PEDULI bersama Sekolah Guru Indonesia DOMPET DHUAFA (SGI-DD), didukung Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung menyelenggarakan pelatihan pembelajaran kreatif dengan tema “Guru yang Mengubah Indonesia”, pada 30 Mei 2014 lalu.

Kegiatan yang digelar di Wisma Dahlia Universitas Lampung itu diikuti 50 guru madrasah ibtidayah (MI)  se-kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung. Puluhan guru madrasah itu antusias menambah ilmu untuk pembelajaran siswa yang lebih baik.

Saat membuka kegiatan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bandarlampung, Rita Linda, S.Ag., M.Ag, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada LAMPUNG PEDULI-SGI DD yang dia nilai telah turut memikir-kan pendidikan di Lampung dengan melatih dan meningkatakan kemampuan guru-guru.

“Sebelumnya LAMPUNG PEDULI turut menyelenggarakan program sekolah berkualitas dan berasrama gratis di SMART Ekselensia Indonesia, Bogor, untuk siswa duafa asal Lampung,” kata Rita Linda.

Rita Linda menyampaikan pentingnya pembelajaran kreatif dalam menunjang profesionalitas guru. Beliau pun menyebutkan lima aspek yang mengindikasikan seorang guru profesional: komitmen, kompeten, tanggung jawab, sistematis, dan kreativitas.

Susi Susanti, alumni SGI-DD angkatan IV yang didapuk menjadi pemateri dalam kegiatan ini, sumringah dengan sambutan guru yang hangat selama sesi pelatihan.

Susi berharap mudah-mudahan sharing yang ia berikan turut memperkaya dan memberi dorongan kepada guru-guru untuk mengajar kreatif dan penuh cinta.

Pelatihan berdurasi enam jam tersebut terbagi dalam tiga sesi, yakni dua sesi materi dan satu sesi praktik. Dalam sesi terakhir, peserta dikenalkan dengan “Logico”, alat peraga dan alat permainan edukatif.

Hepayanti, peserta dari MI Ujung Bom mengungkapkan bahwa pelatihan ini telah menanamkan konsep yang bermakna mengenai pembelajaran kreatif. “Pelatihan ini juga menginspirasi kami untuk lebih kreatif dalam mendidik anak-anak bangsa menjadi lebih cerdas, kreatif, inovatif dan berimtak.”

Manajer LAZ LAMPUNG PEDULI, Umaruddinul Islam, mengharapkan ada tindak lanjut positif dari peserta pelatihan, terutama dalam metode pembelajaran di kelas.

“Dukungan para donatur akan memastikan kegiatan serupa ini terlaksana secara kontinyu dan berkelanjutan. Semoga donatur yang bersedia memberikan “Logico” untuk  pelajar dari keluarga duafa mendapat pahala dan amal jariahnya. Aamiin,” kata dia. (Editor: Juperta Panji Utama)

  • Bagikan