Budaya  

Gus Mus: Kini Saatnya Kebudayaan Jadi Panglima

Bagikan/Suka/Tweet:
Gus Mus pada Seminar”Politik Ummah Festival Puisi dan Lagu Rakyat Antarabangsa (Pulara)6″, di Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Jumat (4/12) petang.

MALAYSIA, Teraslampung —K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus)  menegaskan kini saatnya kebudayaan sebagai panglima. Hal ini karena  politik yang selama ini dijadikan panglima tidak berhasil membangun bangsa.

“Politik membuat saya muak. Semua politisi pandai membawa-bawa Allah Swt,” tandas kyai yang juga penyair itu pada Seminar “Politik Ummah Festival Puisi dan Lagu Rakyat Antarabangsa (Pulara)6”, di Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Jumat (4/12) pukul 17.00 waktu Malaysia.

Semimar yang dihadiri Menteri Besar Perak Dato Srri Dr. Zambry Abd. Kadir itu, Gus Mus mengaku sudah muak terhadap politik.

Dikatakan Gus Mus, politik ummah sudah lama tak berdaya. Politik dijadikan panglima karena politik dijadikan kekuasaan.

Oleh sebab itu, Gus Mus berharap ke depan budaya bisa  jadi panglima. Sebab, katanya, budayawan tidak akan merebut kekuasaan.

“Budayawan akan memperjuangkan keindahan, kebersamaan, dan bersama untuk berbahagia,” ujar Gus Mus.

Isbedy Stiawan ZS