Beranda News Bandarlampung H-2 Lebaran, Jalan-Jalan Utama di Bandarlampung Macet Parah

H-2 Lebaran, Jalan-Jalan Utama di Bandarlampung Macet Parah

498
BERBAGI
Kemacetan di Jl Kartini Bandaarlampung, tepatnya di depan Central Plaza

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Pada H-2 jelang Lebaran, Senin (4/7), sejumlah jalan utama di Kota Bandarlampung macet. Jalan-jalan dipadati kendaraan roda empat dan roda dua. Titik-titik kemacetan umumnya terjadi di jalan utama di dekat pusat perbelanjaan.

Pantauan teraslampung.com, kemacetan arus lalu lintas terjadi antara lain di depan Mall Bumi Kedaton menuju Jalan Teuku Umar depan Taman Makam Pahlawan hingga menuju ke Jalan Radin Intan. Kemacetan parah terjadi di jalan sebelum pusat perbelanjaan Ramayana,
hingga menuju ke belokan kearah Simpur Centre.

Banyanya pengendara mobil dan sepeda motor yang hendak berbelanja di mal, sementara ruang parkir mal terbatas menyebabkan kendaraan banyak diparkir di pinggir jalan. Hal ini terjadi misalnya di pusat perbelanjaan Ramayana di Jl. Raden Intan. Lalu lalang pejalan kaki yang tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan juga jalur baru menuju ke Jalan Pemuda–yang juga dipadati kendaraan– membuat kemacetan makin parah.

Sedangkan di Jalan Kartini ke arah Rajabasa, kepadatan kendaraan mulai terjadi mulai di perbatasan Jl Ahmad Yani- Jalan Kartini. Central Plaza yang sejak beberapa hari lalu menjadi biang kemacetan di ruang Jalan Kartini akibat mobil pengunjung tidak bisa parkir di ruang parkir, sampai hari ini pun masih memberikan andil kemacetan di ruas Jalan Kartini.

Begitu juga Mal Kartini, yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari Central Plaza.

Kemacetan juga terjadi di simpang Jalan Kartini dengan Jalan Katamso (Jaka Utama), Pasar Bambu Kuning, simpang Jalan Agus Salim dengan Jalan Kartini, simpang arah Pasar Bambu Kuning, Sentra Pertokoan Diamond hingga depan toko alat-alat Sablon Sejati.

Kemacetan yang terjadi di Jalan Kartini, disebabkan karena antrean kendaraan yang akan masuk ke pusat perbelanjaan (Central Plaza dan Mal Kartini) dan Pasar Bambu Kuning. Sehingga membuat pengendara yang akan melewati jalur tersebut, harus pelan-pelan, bersabar dan berhati-hati saat mengendarai kendaraannya.

Idham (38), salah seorang pedagang pakaian di Pasar Bambu Kuning, mengatakan kemacetan jalan sebenarnya tidak hanya pada saat menjelang Lebaran.

“Hari biasa pun macet. Apalagi menjelaang Lebarna seperti ini. Kemacetan kendaraan tidak bisa dihindari lagi,” katanya.

“Wah repot sekarang mas semenjak ada pengalihan jalur ini, jalan justru jadi nambah macet. Apalagi sekarang ini, banyak orang mau belanja keperluan lebaran makin nambah parah kemacetannya,”ujarnya kepada teraslampung.com, Senin (4/7/2016) siang.

Menurut Idham, pada saat hari-hari biasa, ketika ia keluar dari rumahnya di Kelurahan Surabaya, Kedaton dengan mengendarai mobil akan pergi ke Pasar Bambu Kuning tempatnya berjualan pakaian, mulai Jalan Teuku Umar depan Makam Pahlawan kendaraan sudah mulai macet. Belum lagi saat berada Jalan Raden Intan lalu menuju ke Jalan Kartini, kemacetan kendaraan sudah bisa dihindari.

“Kalau hari-hari biasa, sekitar setengah jam saya baru bisa sampai ke tempat saya jualan di Pasar Bambu Kuning. Sementara sejak H-7 hingga H-2 lebaran ini, hampir satu jam lebih baru bisa sampainya,”ungkapnya.

Menurutnya, kalau hari biasa, kemacetan mulai terjadi saat pagi mulai jam 09.00, lalu menjelang sore sekitar pukul 15.00 WIB.

“Harusnya Pemkot Bandarlampung  segera mencari solusinya agar tidak terjadi kemacetan. Bukannya mengubah jalur. Mengubah jalur justru menambah kemacetan jalan,” katanya,

Imam (42), pria asal Jakarta Utara yang akan pergi mudik ke rumah mertuanya di daerah
Langkapura, Kemiling, Bandarlampung, mengaku heran kemacetan di Bandarlampung sudah seperti di Jakarta.

Ia menuturkan  saat melintas di Jalan Kartini ia terjebak kemacetan panjang. Mobil yang dikemudikannya, harus berjalan perlahan-lahan.

“Saya heran saja mas, Kota Bandarlampung kok sekarang jadi macet begini seperti di Jakarta saja,” kata dia.

Menurutnya, padahal tahun 2015 lalu, saat ia mudik bersama istri dan anaknya melewati Jalan Kartini, kendaraan berjalan lancar.

Loading...