Beranda Ekbis Bisnis H-4 Idul Fitri 1441 H, Pelabuhan Bakauheni Lengang

H-4 Idul Fitri 1441 H, Pelabuhan Bakauheni Lengang

248
BERBAGI
Suasana Pelabuhan Bakauheni pada Rabu (20/5/2020) atau H-4 Idul Fitri. Teraslampung/Zainal Asikin
Suasana Pelabuhan Bakauheni pada Rabu (20/5/2020) atau H-4 Idul Fitri. Teraslampung/Zainal Asikin

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BAKAUHENI–Memasuki empat hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H atau Lebaran (H-4), arus penyeberangan penumpang jalan kaki maupun kendaraan angkutan pemudik di Pelabuhan Bakauheni terlihat sepi, Rabu (20/5/2020).

Suasana lengang terjadi tidak hanya pada malam hari, tetapi juga sepanjang siang. Sebaliknya, arus penyeberangan angkutan logistik mengalami peningkatan signifikan hingga 61 persen dibanding hari biasa.

Pemandangan arus mudik tahun 2020 ini jauh berbeda jika dibandingkan pada musim arus mudik Idul Fitri  pada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya seminggu sebelum Idul Fitri arus mudik di Pelabuhan Bakauheni sangat padat.

Pada Rabu siang, aktivitas pemudik jalan kaki dari Sumatera ke Pulau Jawa hanya ada di depan loket. Itu pun tidak ramai seperti biasanya. Sebaliknya, arus pemudik jalan kaki maupun kendaraan yang mengangkut pemudik dari Pulau Jawa menuju ke Sumatera nihil. Hanya kendaraan angkutan logistik yang terlihat masuk lampung kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak.

“Meski sepi, tapi masih ada calon pemudik yang akan menyebarang ke Pulau Jawa dan itupun bagi calon pemudik yang mengantongi surat hasil pemeriksaan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” kata Humas PT Angkutran Sungai Danau dan Penyeberangan (PT.ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap kepada Teraslampung.com, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, sampai saat ini masih ada penumpang jalan kaki yang masih tertahan penyeberangannya. Hal itu dikarenakan belum mengantongi izin atau persayaratan yang diwajibkan dari Satgas Gugus Tugas Penangan Covid-19.

“Kami akan melayani penyeberangan penumpang jalan kaki yang masih tertahan tersebut, jika mereka sudah mengantongi izin persyaratan lolos dari pemeriksaan oleh Gugus Tugas Covid-19,”ucapnya.

Sementara kondisi sebaliknya, kata Saifulahil, untuk kendaraan angkutan logistik menunjukkan trafik angkutan logistik dari Sumatera ke Pulau Jawa meningkat 61 persen. Untuk kendaraan roda empat atau lebih jenis truk barang, Minggu 17 Mei hingga Senin 18 Mei 2020 tercatat 1.917 unit kendaraan.

“Jumlah angkutan logistik, naik sekitar 61 persen jika dibandingkan pada periode yang sama jelang H-4 lebaran pada tahun 2019 lalu,”ungkapnya.

Ia juga memprediksikan, jelang lebaran tren angkutan logistik akan mengalami kenaikan khususnya dari Sumatera ke Pulau Jawa. Hal tersebut, menyusul meningkatnya permintaan kebutuhan bahan pokok. Saat ini, pihaknya fokus menjaga agar penyeberangan logistik tetap berjalan lancar sehingga mobilisasi pasokan logistik tetap berjalan lancar.

“Kami berkomitmen untuk tetap menjaga kelancaran angkutan logistik kebutuhan bahan pokok sesuai arahan dari Pemerintah pusat dan Permenhub No. 25 Tahun 2020. Untuk layanan tiket penumpang dan kendaraan penumpang melalui daring (online) dengan aplikasi Ferizy, masih tetap ditutup”terangnya.

Hanya Angkutan Logistik

Dia menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 dan larangan mudik, PT ASDP Indonesia Ferry hanya melayani penyeberangan angkutan logistik. Sedangkan untuk angkutan penumpang seperti bus, travel dan kendaraan pribadi dilarang menyeberang. pihaknya melakukan pengurangan operasional dermaga serta kapal penumpang, dan meniadakan pelayanan angkutan Lebaran.

“Sebagai bentuk pencegahan Covid-19, kami minta kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan untuk menunda perjalanan mudiknya menggunakan kapal Ferry. Jadi tetap di rumah saja demi menekan penyebaran Covid-19,”pungkasnya.

Sementara pantauan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, petugas Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tetap menjalankan prosedur dengan memutarbalik moda transportasi bus dan kendaraan travel yang mengangkut para pemudik yang hendak menyeberang menuju ke Pulau Jawa.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan, sejak pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau yang mulai digelar 24 April 2020, pihaknya mempunyai tugas melaksanakan keputusan pemerintah untuk melakukan pembatasan kendaraan. Hal itu juga diatur dalam Permenhub No. 25 Tahun 2020, yakni tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pada awal digelarnya operasi, banyak kendaraan penumpang seperti bus dan travel yang kami paksa untuk putar balik. Sejak saat itulah, jumlah kendaraan yang hendak menuju ke Pelabuhan Bakauheni mengalami penurunan setiap harinya,”ungkapnya.

Penyekatan kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni-Merak, kata Mantan Kapolres Mesuji ini, yakni dilaksanakan di jalur masuk Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pos Cek Poin di pintu tollgate serta di simpang Jalinsum-Jalinpantim Bakauheni.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, agar mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak mudik ditengah masa pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan demi kebaikan bersama dan juga agar penyebaran virus tersebut segera berakhir,”pungkasnya.

Loading...