H-7 Lebaran 2022, 21.955 Pemudik dari Jawa Menyeberang ke Sumatera

Suasana Pelabuhan Bakauheni pada Senin malam, 25 April 2022 malam. Foto: Teraslampung.com/Zanal Asikin
Suasana Pelabuhan Bakauheni pada Senin malam, 25 April 2022 malam. Foto: Teraslampung.com/Zanal Asikin
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Memasuki H-7 lebaran Idul Fitri 1443 H, ribuan pemudik dan kendaraan dari Jawa telah menyebarang ke Sumatera. Namun pergerakan arus penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, relatif normal atau belum ada peningkatan (lonjakan) signifikan.

Berdasarkan data angkutan mudik PT. ASDP Cabang Bakauheni pada H-7 lebaran, Senin (25/4/2022) jumlah pemudik pejalan kaki maupun didalam kendaraan sebanyak 21.955 orang. Rinciannya, 1.427 penumpang pejalan kaki dan 20.528 penumpang dalam kendaraan.

Kemudian diikuiti kendaraan roda dua sebanyak 404 unit, mobil pribadi sebanyak 2.408 unit, 235 unit bus dan 1.264 unit truk. Jumlah keseluruhan kendaraan yang datang di Pelabuhan Bakauheni pada H-7 lebaran sebanyak 4.311 unit.

Sementara berdasarkan data angkutan mudik terhitung sejak tanggal 22-25 April 2022 atau H-10 hingga H-7 lebaran, total penumpang yang datang dari Pelabuhan Merak sebanyak 145.973 orang. Jumlah ini terdiri dari pejalan kaki 6.915 orang dan 139.508 penumpang dalam kendaraan.

Untuk total kendaraan sebanyak 33.880 unit, terdiri dari roda dua sebanyak 4.342 unit, kendaraan roda empat (pribadi) sebanyak 16.476 unit, bus sebanyak 1.313 unit dan truk atau kendaraan besar sebanyak 11.749 unit.

Sebaliknya, berdasarkan data keberangkatan dari lintasan Pelabuhan Bakauheni-Merak sejak tanggal 22-25 April 2022 atau H-10 hingga H-7 lebaran, total penumpang sebanyak 97.933 orang. Jumlah ini terdiri dari pejalan kaki 2.606 orang dan 95.327 penumpang dalam kendaraan.

Sedangkan total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera sebanyak 23.116 unit. Terdiri dari roda dua sebanyak 1.084 unit, kendaraan roda empat (pribadi) sebanyak 10.847 unit, bus sebanyak 1.301 unit dan truk atau kendaraan besar sebanyak 9.884 unit.

General Manager PT.ASDP Cabang Bakauheni, Suharto mengatakan, kondisi Pelabuhan Bakauheni pada H-7 lebaran, masih terpantau normal dan belum ada peningkatan (lonjakan) signifikan pengendara roda dua dan empat. Tapi masuk sore hari dan malam, pengguna kendaraan roda dua dan roda empat (mobil pribadi} mulai berdatangan.

“Belum ada peningkatan, dan trafik pemudik roda dua dan roda empat masih relatif normal pada H-10 hingga H-7 lebaran,”ujarnya, Selasa (26/4/2022).

Puncak arus mudik, kata Suharto, diprediksikan tanggal 28-30 April 2022 atau H-4 hinga H-2 lebaran. Meski demikian, Ia memastikan kapasitas 68 kapal yang tersedia sangat memadai dalam pelayanan arus mudik dan arus balik lebaran. Dari 68 kapal, ada 35 kapal dioperasikan setiap harinya. Untuk dermaga, ada 7 dermaga yakni 1 eksekutif dan 6 regular dan massing-masing dermaga kapasitas 5 unit kapal.

“Arus mudik lebaran tahun ini tidak hanya jumlah pemudik yang datang saja meningkat, bahkan jumlah kendaraan mengalami peningkatan. kami prediksikan arus mudik lebaran tahun ini mengalami lonjakan signifikan sekitar 10 persen jika dibandingkan arus mudik tahun 2019 lalu,”ungkapnya.

Kemudian mengenai arus balik lebaran, lanjutnya, akan terjadi tanggal 6 hingga 9 Mei 2022 mendatang atau pada H+4 hingga H+7 setelah lebaran. Menurutnya, karena pada tanggal 10 Mei 2022, sudah mulai aktivitas para pemudik masuk bekerja kembali.

Ia mengimbau, kepada pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya, agar melakukan reservasi perjalanan secara mandiri melakukan pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy. Hal tersebut, untuk menghindari terjadinya antrean dan penumpukan di Pelabuhan.

“Untuk pengguna layanan eksekutif, pastikan tiba di pelabuhan sesuai jam masuk pelabuhan yang dipilih karena mengingat kuota terbatas. Kami tidak akan melebihi jumlah kuota yang sudah ada, kalau dilebihi dikhawatirkan akan terjadi penumpukan di area dermaga,”terangnya.

Meskipun tidak ada pembatasan dari pemerintah pada arus mudik saat ini, tapi ada syarat perjalanan yakni wajib vaksin dosis ketiga (booster). Jika masyarakat belum vaksin booster atau baru dilakukan vaksinasi dosis 1dan 2, harus tetap menggunakan antigen ataupun PCR.

“Pengguna jasa penyeberangan, agar selalu tetap menjaga kondisi kesehatan badan, patuhi protokol kesehatan (prokes) dan tetap mewaspadai potensi cuaca buruk, agar perjalanan arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar, aman dan selamat sampai tujuan,”pungkasnya.