Beranda Hukum Narkoba Hadi dan Rendy Batal Pesta Sabu karena Polisi ‘Keburu’ Datang

Hadi dan Rendy Batal Pesta Sabu karena Polisi ‘Keburu’ Datang

41
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat untuk pesta narkoba di Jl.  Yos Sudarso, Kelurahan Bumiwaras, Bandarlampung, Minggu (21/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari rumah tersebut, polisi menahan Hadi (36), warga Jalan Yos Sudarso No. 5, Kelurahan Bumiwaras, Bandarlampung, dan Rendy (25) warga Jalan Slamet Riyadi III No. 46 Kelurahan Bumiwaras, Bandarlampung. Barang bukti yang disita polisi antara lain satu paket kecil sabu-sabu.

Tersangka Hadi mengatakan, saat ditangkap polisi ia  Rendy akan mengonsusmsi sabu-sabu dirumahnya. Dia tak menyangka kalau akan digrebek dan ditangkap sama polisi, karena pada sebelumnya selalu aman. Sabu-sabu itu ia dapatkan dengan cara mebeli seharga Rp 500 ribu
dari temannya DT, menurutnya, sabu-sabu yang dibelinya hanya digunakan untuk sendiri tidak untuk diedarkan lagi.

“Saya dan Rendy mau menggunakan sabu-sabu itu, karena polisi datang akhirnya saya dan Rendy gagal menggunakan sabu-sabu. Saya hanya menggunakan saja tidak sebagai pengedar. Belinya dengan uang patungan sama Rendy. Pakai sabu karena sudah kecanduan, selain itu juga agar badan dan pikirannya rileks jadi enak tidak kerasa capek,”ucap Hadi dihadapan petugas.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Mantoni Tihang mengatakan, kedua tersangka ditangkap atas informasi masyarakat bahwa dirumah milik tersangka Hadi yang berada Jalan Yos Sudarso No.5, Kelurahan Bumiwaras, Bandarlampung sering digunakan untuk pesta
narkoba.

”Berdasarkan  informasi itu, dilakukan penyelidikan petugas lalu menggrebek rumah tersangka Hadi. Saat digeledah, ditemukan satu paket kecil sabu-sabu yang disembunyikan di saku celana Hadi. Rencananya, kedua tersangka Hadi dan Rendy akan pesta sabu-sabu, namun gagal keburu
petugas lebih dulu datang melakukan penggrebekan,”kata Mantoni, Senin
(22/6).

Hasil pemeriksaan, Mantoni menjelaskan, diakui oleh tersangka Hadi dan Rendy mengkonsumsi sabu-sabu baru sekitar dua bulan. Sabu-sabu tersebut didapat keduanya, dari seorang bandar berinisial DT dengan cara membeli seharga Rp 500 ribu/paket kecil.

Dari keterangan kedua tersangka, petugas langsung memburu DT di tempat persembunyiannya. Namun sampai kemarin DT belum dapat ditangkap, sehingga DT ditetapkan sebagai DPO.

“Hadi dan Rendy beli sabu-sabu dengan cara patungan, mereka selalu menggunakannya di rumah Hadi. Dari pengakuannya, barang haram itu hanya digunakan untuk sendiri tidak untuk dijual lagi. Kasus ini masih kami kembangkan, tersangka DT (DPO) sebagai pemasok masih dalam
pengejaran petugas,”jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.