Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Hadiri Pemakaman Briptu Ridho, Bupati Mustafa Janji akan Beri Penghargaan

Hadiri Pemakaman Briptu Ridho, Bupati Mustafa Janji akan Beri Penghargaan

451
BERBAGI
Prosesi penyambutan jenazah Briptu Ridho Setiawan di rumah duka, Kamis petang (25/5/2017). Selain Wakapolda Lampung, hadir pula Bupati Mustafa dan jajaran Polres Lampung Tengah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

TERASLAMPUNG.COM — Salah satu putra terbaik Lampung Tengah, Briptu Ridho Setiawan, menjadi korban ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam (24/5/2017). Gugurnya Briptu Ridho tidak hanya membuat keluarganya berduka. Seluruh jajaran kepolisian di Indonesia — khususnya Lampung– dan Bupati Lampung Tengah berduka.

Bupati Lampung Tengah Mustafa berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut, sehingga tidak terulang kejadian yang sama.

“Kita semua turut berduka cita. Ini adalah kesedihan kita semua. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Menjelang bulan suci ramadhan, kita dinodai aksi bom bunuh diri. Mudah-mudahan ini segera terungkap, dan jaringan yang dianggap sebagai pelaku dapat ditangkap,” kata Bupati Mustafa, saat takziah di rumah orang tua Briptu Ridho Setiawan di Desa Negeri Katon, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah, Kamis (25/5/2017).

Pada kesempatan itu Bupati Mustafa memberikan santunan kepada keluarga Briptu Ridho Setiawan. Ia berjanji akan memberikan penghargaan untuk almarhum Ridho sebagai tanda terrima kasih pemrintah Kabupaten Lamteng atas jasa-jasa almarhum.

“Bripda Ridho adalah salah satu putera terbaik Lampung Tengah. Kami akan memberikan penghargaan untuk mengenang jasanya,” imbuh Mustafa.

Menanggapi kasus bom bunuh diri, Mustafa mengajak masyarakat khususnya di Lampung Tengah untuk berkepala dingin dengan tidak memberikan komentar-komentar provokatif yang akhirnya justru memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Saya harap kejadian ini tidak dipanas-panasi dengan komentar-komentar yang berbau SARA. Saya yakin tidak ada satu pun agama yang menghendaki kekerasan. Semua agama cinta damai. Jadi jangan sampai kejadian ini memecah belah kita,” tandasnya.

Jenazah Bripda tiba Ridho di rumah duka sekitar pukul 17.45 WIB. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga korban. Ratusan warga atau tetangga juga berkumpul menyambut kedatangan jenazah korban.

Fatimah, bibi korban mengaku terkejut menerima informasi meninggalnya anak dari pasangan Gunawan dan Khofifah ini. Pasalnya tidak ada firasat sedikitpun bahwa keponakannya itu meninggal dalam tragedi bom bunuh diri di Kampung Melayu.

“Kami mendapatkan kabar bahwa almarhum sudah tidak ada pukul 03.00 WIB dini hari. Kami terkejut karena sebelumnya kami tidak merasakan firasat apa-apa,” ungkapnya.

Di mata keluarga, Bripda Ridho Setiawan merupakan sosok yang baik dan ramah kepada semua orang. Bungsu dari tiga bersaudara ini juga dikenal tidak banyak bertingkah dan kerap dijadikan panutan di keluarga.

Pemakaman Bripda Ridho dilakukan secara militer dan dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari kediamannya. Upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Bonifasoisus Tampoi. Pemakaman juga dihadiri Sabhara Polda Metro Jaya Kombes Pol. Slamet Hadi. Ridho dinaikkan pangkatnya menjadi Briptu Anumerta.

Loading...