Hak Jawab dan Klarifikasi Berita Teras Lampung tentang RS Advent

Ruang validasi pasien RS Advent di Kedaton, Kota Bandarlampung.
Ruang validasi pasien RS Advent di Kedaton, Kota Bandarlampung.
Bagikan/Suka/Tweet:

Sehubungan dengan pemberitaan dari media online / media siber TERASLAMPUNG.COM dengan judul berita “RS Advent Bandarlampung Tolak Pasien P2KM, Ini Alasannya” (https://www.teraslampung.com/rs-advent-bandarlampung-tolak-pasien-p2km-ini-alasannya/) yang dipublikasikan pada hari Rabu, 27 April 2022, maka kami dari pihak RS. Advent menyampaikan klarifikasi dan hak jawab yang ingin kami publikasikan selengkapnya sebagai berikut:

  1. Adalah benar bahwa anak dari Harrie Jims diantarkan oleh kedua orang tuanya ke RS Advent untuk dirawat pada hari Minggu, 24 April 2022, yang menurut keluarga korban sebagai korban kecelakaan kena serempet kereta api.
  2. Bahwa kemudian ada berita bahwa RS Advent Bandarlampung Tolak Pasien P2KM adalah TIDAK BENAR.  Karena ada banyak pasien P2KM yang dirawat di RS Advent, termasuk anak dari Harrie Jims yang pada saat itu juga, dokter dan perawat di IGD tidak menolak tapi langsung melakukan tindakan perawatan terhadap luka korban, sambil meminta keluarga untuk mendaftarkan di bagian pendaftaran.
  3. Bahwa di bagian pendaftaran, keluarga datang hanya dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga dan KTP dengan maksud untuk menggunakan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) dari Pemerintah Kota Bandar Lampung karena tidak punya biaya pengobatan.
  4. Bahwa Petugas di loket pendaftaran pasien RS Advent TIDAK MENOLAK PASIEN yang menggunakan P2KM, tetapi menyampaikan edukasi tentang penjaminan atas biaya pengobatan korban kecelakaan lalu lintas yang ditanggung pemerintah sesuai dengan aturan yang berlaku berdasarkan Pasal 52 ayat (1) huruf d Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, di mana sesuai dengan kasus ini yang merupakan kecelakaan ganda atau melibatkan lebih dari satu pihak (pejalan kaki beradu dengan kendaraan) sesuai dengan Pasal 53 ayat (2) huruf b yang menegaskan bahwa PT. Jasa Raharja (Persero) merupakan penyelenggara jaminan untuk program jaminan kecelakaan lalu lintas, di mana pihak korban kecelakaan tidak mengeluarkan biaya pengobatan tanpa harus menggunakan P2KM.  Hanya, sesuai dengan aturan bahwa untuk perawatan korban kecelakaan, keluarga dimintakan untuk membuat laporan kepolisian dan membawa surat tersebut untuk disampaikan oleh pihak RS Advent kepada PT. Jasa Raharja sebagai penjamin.
  5. Bahwa kemudian Petugas di loket pendaftaran langsung mendaftarkan pasien untuk dirawat, baik di IGD dan kemudian didaftarkan lagi untuk rawat inap atas rekomendasi dari dokter di IGD.
  6. Bahwa setelah ditangani di IGD, pasien pada hari itu  juga (24 April 2022) langsung masuk ke ruangan rawat inap untuk tindakan lanjutan oleh dokter spesialis bedah.
  7. Bahwa 3 hari kemudian, setelah pasien dirawat di RS Advent lalu pulang pada hari Rabu, 27 April 2022, kemudian muncul berita dengan judul RS Advent Tolak Pasien di hari yang sama saat pasien pulang adalah sangat mengejutkan kami.
  8. Dan setelah kami melakukan penelusuran internal dan menemui pihak keluarga yang bertepatan pada hari Kamis, 28 April melakukan kontrol di IGD, maka kami mendapati bahwa:
  9. Dokter dan perawat di IGD tidak pernah menolak untuk merawat pasien, malah langsung melakukan tindakan, dan juga langsung meberikan rekomendasi rawat inap.
  10. Petugas Pendaftaran juga tidak menolak untuk mendaftarkan pasien, tetapi memberikan edukasi tentang prosedur penjaminan bagi pasien kecelakaan.
  11. Bahwa menurut ibu dari korban, wartawan yang membuat berita ini adalah teman dari ayah korban sendiri yang merupakan sesama wartawan, yang pada hari Minggu, 24 April 2022 turut bersama keluarga mengantarkan korban ke IGD, dan menemani ayah dan ibu korban mendaftarkan di loket pendaftaran yang mendengarkan penjelasan dari petugas pendaftaran, dan juga tahu bahwa pasien kemudian dirawat, bahkan yang membantu pihak keluarga mengurus laporan kecelakaan kepada pihak kepolisian.
  12. Sehingga kami dari RS Advent menyesalkan pemuatan berita yang sangat tidak sesuai dengan fakta ini, dan meminta kepada pihak yang memuat berita ini untuk segera mencabutnya atau melakukan pemutahiran berita dengan melihat fakta yang sebenarnya.

Demikian klarifikasi dari RS Advent sebagai HAK JAWAB kami berita tersebut di atas, kiranya menjadi perhatian. Atasnya kami ucapkan terima kasih.

Donald Weley

Kasubag. Humas dan Mediainfo RS. Advent Bandar Lampung

Catatan Redaksi:

Kami memuat berita berdasarkan data dan fakta di lapangan dengan narasumber petugas pelayanan di RS Advent. Bukan hasil mengarang. Semuanya kami rekam dan sampai hari ini masih kami simpan hasil rekamannya. Artinya, berita itu berdasarkan fakta primer. Bukan berdasaran informasi desas-desus atau informasi sumir yang baru dalam kategori “katanya”.

Kalau yang dimaksudkan kesalahan adalah kami tidak konfirmasi kepada pejabat RS Advent terkait berita tersebut, kami akan segera melakukannya. Namun, hal itu tidak menghilangkan fakta terkait pernyataan petugas RS Advent. Apa lagi fakta primer sudah terpenuhi, yaitu pernyataan petugas pelayanan soal pemakaian fasilitas program P2KM dan fakta bahwa pasien memang tidak dirawat dengan program P2KM. 

Kedua, pasien memang akhirnya dirawat di RS Advent. Namun, perawatan tersebut bukan menggunakan program P2KM tetapi atas biaya PT KAI. Tentu saja kami tidak akan memuat berita tersebut jika fakta yang terjadi adalah pasien diterima dan dirawat di RS Advent atas biaya program P2KM.

Terima kasih.

Redaksi

You cannot copy content of this page