Beranda Views How To Hal-Hal Tabu yang Harus Kita Hindari Saat Reuni

Hal-Hal Tabu yang Harus Kita Hindari Saat Reuni

1970
BERBAGI
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Bersilaturahmi sangat dianjurkan oleh agama Islam. Lewat silaturahmi kita akan bisa menjalin hubungan yang makin erat dan baik dengan sesama. Namun, komunikasi yang kurang pas saat silaturahmi atau datang ke acara reuni sekolah atau reuni kampus bisa jadi akan menjadi petaka. Setidaknya akan ada pihak lain yang merasa sakit hati atau  tidak nyaman.

Sebab itu, ada baiknya kita pahami hal-hal tabu berikut ini dan sebisa mungkin kita menhindarinya saat bersilaturahmi atau datang pada acara reuni:

1. Jangan Tanyakan “Sudah Punya Anak Berapa?”

Ini sebenarnya pertanyaan wajar dan tidak tabu. Namun, harus dipahami bahwa tidak semua orang diberi rezeki anak oleh Allah SWT. Ada orang yang setahun nikah langsung diberi momongan. Namun, tak sedikit yang harus menunggu hingga lima tahun, sepuluh tahun, bahkan belasan tahun.

Tidak semua orang yang belum dikarunia anak akan dengan mudah bisa menerima pertanyaan serupa. Ada juga yang sangat sensitif dengan pertanyaan tentang anak. Bahkan mereka bisa saja menghindar kalau pembicaraan mengarah ke topik anak.

2. Jangan Sibuk Main Gadget Mahal

Meskipun menjadi barang mahal, gadget sudah menjadi barang yang lumrah dimiliki segala kalangan. Namun ada beberapa merek tertentu yang menunjukkan kelas si empunya. Bila kita sedang bereuni dan sedang asyik ngobrol dengan 1-2 orang kawan lama yang dulu dekat, ada baiknya singkirkan gadget berkelas itu.

Jika Anda mengobrol sambil bergadget ria, itu tandanya Anda kurang menghargai lawan bicara Anda. Jika gadget yang Anda pakai adalah gadget sangat mahal, bisa jadi kawan Anda mengira Anda sedang berusaha menunjukkan kelas Anda. Meskipun kawan Anda dulu sangat akrab, belum tentu sekarang dia bisa menerima cara Anda bersikap.

3. Jangan Mendominasi Pembicaraan

Ada orang yang karakternya suka mendominasi pembicaraan. Orang macam ini akan “melahap” semua topik yang disodorkan kawan-kawan lain. Dalam reuni, ada baiknya hobi mendominasi pembicaraan kita kurangi. Ingat, bahwa kita bukan kanak-kanak lagi.

Mendominasi pembicaraan juga akan membuat kawan-kawan lain akan jengah. Apalagi tidak semua kawan lama kita adalah orang yang suka ceplas-ceplos atau suka bicara blak-blakan.

4. Jangan Cerita tentang Mantan

Ada kalanya saat kita reuni mantan pacar kita juga datang. Kalau mantan pacar datang sendiri (tidak bersama suami atau istri) sih masih mendingan. Runyamnya adalah kalau mantan pacar kita datang dengan pasangan dan kita juga datang dengan pasangan.

Akan runyam jadinya jika Anda tiba-tiba keceplosan ngomong dengan teman Anda hal ihwal tentang mantan pacar itu. Kalau pasangan mantan pacar mendengar atau pasangan kita tahu, bisa-bisa bukan reuni indah yang terjadi, tetapi perang Baratayuda.

Intinya, pandai-pandailah menjaga perasaan pasangan Anda dan perasaan mantan pacarmu.

5. Jangan Cerita tentang Kehebatan Karier Anda

Tujuan reuni adalah menjalin pertemanan lama akan silaturahmi terjadi. Niat itu menjadi berakhir berantakan jika Anda berlaku sombong saat datang reuni dengan banyak cerita tentang kehebatan karier Anda, kekayaan Anda, atau kesuksesan anak-anak Anda.

Harus selalu diingat: tidak semua kawan sekolah dan kawan kuliah kita saat ini menjadi orang sukses. Kita yang sudah sukses dan di puncak kejayaan karier tidak perlu memberi tahu kawan-kawan lama kita bahwa kita itu hebat.

Dewi Ria Angela

Loading...