Halimah Yacob, Muslimah Pertama yang akan Jadi Presiden Singapura

  • Bagikan
Halimah Yacob, muslimah Melayu yang akan segera menjadi Presiden Singapura (Foto: straits times)

TERASLAMPUNG.COM — Singapura akan segera memiliki presiden yang berasal dari kelompok masyarakat Islam. Hebatnya lagi, warga beragama Islam yang akan menjadi Presiden Singapura pengganti Tony Tan Keng Yam adalah perempuan.

Kepastian Singapura akan dipimpin Presiden perempuan yang beragama Islam muncul setelah Halimah Yacob (63 tahun), mantan Juru Bicara Parlemen, dua kandidat lainnya gagal lolos uji kelayakan.

Channel News Asia pada  Senin (11/9/2017 mewartakan), Departemen Pemilu Singapura hanya mengeluarkan satu sertifikat kelayakan calon Presiden Singapura. Artinya, dua kandidat lainnya, yakni Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan, tidak lolos.

“Saya berjanji untuk melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk melayani masyarakat Singapura dan itu tidak berubah, apakah ada pemilihan atau tidak ada pemilihan,” kata Halimah Yacob, seperti dilansir Chanel News Asia.

Halimah mengaku jika terpilih sebagai Presiden Singapura, semangat dan komitmennya adalah  untuk melayani rakyat Singapura tetap sama.

“Saya tetap berkomitmen penuh untuk melayani Singapura dan Singapura,”katanya.

Pemilihan Presiden Singapura sendiri dijadwalkan akan berlangsung bulan ini Halimah akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat sebagai presiden.

Selain menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai presiden, Halimah juga akan menjadi warga keturunan Melayu pertama yang menyandang jabatan presiden dalam kurun 47 tahun terakhir.

Sejak merdeka pada 9 Agustus 1965, hingga kini sudah ada tujuh tokoh yang pernah menjabat sebagai Presiden Singapura. Mereka adalah Yusof Ishak (1965-1970), Benjamin Sheares (1971-1981), C. V. Devan Nair (1981-1985), Wee Kim Wee (1985-1993), Ong Teng Cheong (1993-1999), Sellapan Ramanathan (1999-2011), dan Tony Tan Keng Yam (2011-2017).

Secara historis, Presiden Singapura merupakan jabatan “seremonial”. Sedangkan tampuk kekuasaan eksekutif dipegang oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri.

Sejak 1991, Preseiden Singapura mendapatkan hak veto untuk beberapa keputusan kunci.

Loading...
  • Bagikan