Beranda Virus Corona Hampir 50 Ribu Pekerja Seni dan Kreatif Terdampak Covid-19

Hampir 50 Ribu Pekerja Seni dan Kreatif Terdampak Covid-19

79
BERBAGI
Kain tapis Lampung, salah satu usaha kreatif khas Lampung yang sudah berusia ratusan tahun.

TERASLAMPUNG.COM — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Sabtu (23/5/2020) merilis hampir 50 ribu pekerja seni dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Para pekerja terdampak akan diusulkan ke Kementerian Sosial agar mendapat bantuan sosial.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan data sementara  ada 44.295 pekerja seni dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi.

Menurutnya jumlah tersebut merupakan gabungan data yang diperoleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data tersebut satu ini sedang dalam tahap verifikasi di Kementerian Sosial.

“Covid-19 tak hanya berdampak pada para pekerja sektor pariwisata, tetapi juga  berimbas pada pekerja seni dan kreatif. Oleh karena itu kami juga mengusulkan juga para pekerja seni dan kreatif untuk mendapatkan bantuan. Sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang penanganan dampak Covid-19 yang telah menyetujui agar dapat diberikan bantuan sosial kepada pekerja seni dan kreatif,” kata Wishnutama.

Wishnutama menjelaskan, sebetulnya program ini dimulai sejak pertengahan April lalu dengan lebih dulu melakukan pengumpulan dan pemutakhiran data pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.Saat itu jumlahnya fluktuatif seiring dengan berbagai program pemerintah dalam melakukan mitigasi dampak Covid-19 secara nasional.

Hingga pada akhirnya didapat data 44.925 pekerja seni dan pekerja kreatif yang diusulkan ke Kementerian Sosial sebagai calon penerima bantuan sosial.

Lewat usulan ini diharapkan dapat membantu menyederhanakan proses penyaluran bantuan sosial seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo agar bantuan sosial bisa cepat sampai ke tangan warga yang menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid-19.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama baik Menteri Sosial dan jajarannya yang telah membantu proses tanpa mengurangi akuntabilitas agar para pekerja seni dan kreatif yang terdampak covid-19 mendapat bantuan,” ujarnya..

Kemenparekraf secara mandiri juga akan terus menggulirkan program guna membantu pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak Covid-19. Di antaranya program pendampingan berupa pelatihan daring sebagai upaya upskilling dan reskilling SDM pariwisata dan ekonomi kreatif agar mereka mendapat pengetahuan tambahan dan kompetensi sehingga nantinya siap kembali bekerja usai pandemi.

“Saya menekankan bahwa Kemenparekraf akan terus menjalankan program mitigasi lainnya guna mengatasi dampak Covid-19 terhadap pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,”katanya.

Sejumlah kalangan menilai jumlah pekerja seni dan seni kreatif yang terdampak Covid-19 riilnya jauh lebih banyak dibanding yang dilansir kementerian.

Di Lampung, misalnya, banyak pekerja seni dan seni kreatif yang sama sekali tidak mendapatkan penghasilan karena tidak ada pesanan. Misalnya adalah para pengusaha sablon rumahan, para pegiat seni tradisi, film maker, video maker, bisnis syuting video, para pengusaha organ tunggal, dan para penyanyi.

“Di Lampung Timur, para pekerja seni sama sekali tidak tersentuh bantuan dari pemerintah,” kata Ketua Dewan Kesenian Lampung Timur, Syamsul Arifien.

Hal serupa diungkan penulis skenario sinetron dan pendongeng Iin Mutmainah. Menurut Iin, sejak pandemi Covid-19 merebak semua kegiatan terkat syuting dan mendongeng dihentikan.

“Tapi kami harus tetap bertahan dan terus bergerak agar dapur tetap ngebul. Terpaksa kami berdagang kecil-kecilan untuk bisa menghasilkan pendapatan,” katanya.

Loading...