Harga Cabai Melonjak, Para Pedagang Diminta tak Manfaatkan Situasi

  • Bagikan
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Adiansyah. Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Kota Bandarlampung, Adiansyah,meminta para pedagang cabai untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mencari keuntungan besar.

“Dalam situasi cuaca yang ekstrim ditambah lagi menyambut Natal dan tahun baru (Nataru), harga cabai memang melonjak cukup tinggi bisa sampai Rp95 ribu per kilogram. Kami mengimbau kepada para pedagang jangan memanfaatkan situasi dengan mencari keuntungan yang besar,” kata Adiansyah, Rabu (23/12/2020).

Lebih lanjut Adiansyah menambahkan naiknya harga cabai di Kota Bandarlampung yang disuplai dari Kabupaten Pesawaran itu disebabkan cuaca yang ekstrim.
“Belakangan ini musim sedang tidak bersahabat, hujan cukup ekstrim dan biasanya petani cabai gagal panen akhirnya mereka (petani) menanam yang lain,” ujar mantan Kabag Protokol itu.

Selain cabai, harga telur di Kota Bandarlampung juga naik, saat ini harga telur Rp26 sampai Rp27 ribu dampak dari Nataru.

Adiansyah menilai kenaikan itu masih wajar, karena hukum pasar.

“Karena menyambut Nataru saya nilai masih wajar kenaikan harga telur itu. Namanya hukum ekonomi ketika permintaan tinggi harga berubah,” katanya.

Adianyah mengungkapkan, warga Bandarlampung yang ingin mengetahui harga sembilan bahan pokok (sembako) masyarakat bisa melihat di website milik Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung.

“Untuk mengetahui harga-harga sembako di pasar Bandarlampung silahkan masuk ke www.siagabapokbandarlampung.id/. Ini valid karena harga diinput setiap harinya,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...
  • Bagikan