Beranda Ekbis Bisnis Harga Gula Putih Melonjak, Bulog Lampung Siapkan 6.000 Ton untuk Operasi Pasar

Harga Gula Putih Melonjak, Bulog Lampung Siapkan 6.000 Ton untuk Operasi Pasar

477
BERBAGI
Kepala Bulog Lampung, Faisal
Kepala Bulog Lampung, Faisal, menjelaskan operasi pasar gula di Lampung, Rabu (18/3/2020).

TERASLAMPUNG.COM–Untuk menstabilkan melonjaknya harga gula putih di pasar, Badan Urusan Logistik atau Bulog Divre Lampung menyiapkan stok 6.000 ton gula untuk kebutuhan Operasi Pasar (OP) di seluruh kabupaten/ kota di Provinsi Lampung.

Harga gula di pasar di Lampung yang semula Rp12 ribu/kg kini naik menjadi Rp16 ribu/kg. Harga di warung-warung bisa lebih tinggi dari harga tersebut.

Kepala Bulog Divre Lampung Faisal menyatakan pelaksanaan OP ini sesuai dengan instruksi Gubernur Arinal Djunaidi yang melibatkan beberapa pabrikan gula.

“OP gula dilakukan untuk menekan atau menstabilkan melonjaknya harga gula. Gula putih di Lampung. OP melibatkan sejumlah pabrik gula di Lampung. Antara lain PT Sugar Group Company (SGC/Gulaku), CV  Bumi Waras , PTPN 7, dan PT Gunung Madu Plantation (GMP),” kata Faisal, di sela-sela operasi pasar di  Pasar Pasir Gintung, Rabu (8/3/2020).

Menurut Faisal, Bulog Lampung menjadi koordinator dalam OP kali ini. Selain gula, Bulog juga menyiapkan bahan pangan lainnya seperti beras, minyak kemasan dan terigu dengan harga murah,”

Faisal mengaku,  OP bahan pangan, sebenarnya Bulog sudah melakukan sejak awal tahun 2020 ini.

“Bulog sudah rutin melakukan OP pangan di beberapa pasar tradisional di Bandarlampung seperti pasar Tamin, Pasar Tugu, dan Pasar Pasir Gintung,” jelasnya.

Selain gula, Bulog Lampung juga melakukan OP beras minyak terigu. OP Bulog dilaksanakan secara masih dimulai dari awal tahun

“Bulog sudah melakukan OP sejak awal tahun. Tujuan OP adalah untuk menstabilkan  harga dan menghindari kepanikan dari warga akan kenaikan harga gula dan saya rasa tidak perlu dikuatirkan lagi ,” jelasnya.

Dalam OP kali ini, gula putih dijual Rp12.500/ kg. Pembelian dibatasi dua kg saja. Sementara itu harga beras primium merek KITA dengan kemasan 5 kg harganya Rp54.000, beras premium polos 10 kg dijual Rp100 ribu, bers medium kemasan polos 5 kg dijual Rp45.000. ‘

“Selain itu, minyak goreng merek Minyak Kita Rp12.000/ liter dan terigu merek Terigu Kita Rp9.000/kg,” kata dia.

Parman (45) warga sekitar Pasar Pasir Gintung mengaku senang dan bisa terbantu akan adanya OP ini.

“Saya senang sekali adanya operasi pasar ini karena bisa membantu masyarakat menengah kebawah,” katanya.

Mas Alina Arifin