Beranda News Lingkungan Hari Badak Sedunia, Suaka Rhino Sumatera II di TNWK akan Diresmikan

Hari Badak Sedunia, Suaka Rhino Sumatera II di TNWK akan Diresmikan

117
BERBAGI
Bayi badak yang baru dilahirkan badan betina bernama Ratu sedang menyusu pada induknya di Suaka Rinho Sumatera (SRS). Foto: Yayasn Badak Indnesia
Bayi badak yang baru dilahirkan badan betina bernama Ratu sedang menyusu pada induknya di Suaka Rinho Sumatera (SRS). Foto: Yayasn Badak Indnesia

TERASLAMPUNG.COM — Hari Badak Sedunia akan diperingati pada 30 Oktober 2019. Terkait hal itu, Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meresmikan Suaka Rhino Sumatera II, di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, menuturkan pihaknya mengundang Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk hadir pada acara Peringatan Hari Badan Sedunia dan Peresmian Suaka Rhino Sumatera II.

“Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung adanya kegiatan ini. Gubernur juga mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Upaya
mengintegrasikan, memadukan program konservasi penyelamatan hutan, pengembangan wisata, dan daerah,” kata dia, usai bertemu Gubernur Lampung di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (26/10/2019) malam.

Wiratno mengatakan, Provinsi Lampung memiliki aset daerah yang jarang dimiliki daerah lain, diantaranya Lampung memiliki Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Way Kambas, dan Gunung Anak Krakatau.

“Semua ini adalah aset berharga milik Lampung. Kami bersama Pemerintah Daerah akan saling bersinergi untuk meningkatkannya,” jelasnya.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memiliki Suaka Rhino Sumatera (SRS). Lokasi ini diperuntukkan untuk peningkatan jumlah populasi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Badak ini memiliki keunikan, karena badannya yang relatif kecil dibandingkan badak lainnya, dan memiliki rambut di sekujur tubuhnya.

Di SRS itu terdapat tujuh ekor badak sumatera. Di SRS tersebut, badak sumatera berhasil dikembangbiakkan. Anak badak pertama yang lahir di suaka ini bernama Andatu pada tanggal 23 Juni 2012, pasangan dari badak Andalas dan Ratu. Sedangkan anak kedua pasangan ini, Delilah lahir pada tanggal 12 Mei 2016.

Kelahiran ini menambah optimisme dalam upaya pelestarian badak sumatera. Kelahiran Andatu juga menjadi bukti bahwa SRS mampu untuk mengupayakan pelestarian badak sumatera. Di luar kawasan SRS, di alam liar TNWK diperkirakan masih terdapat populasi badak liar yang jumlahnya diperkirakan antara 21-37 ekor.

Loading...