Hari Disabilitas Internasional 2021, Riana Arinal Dorong LKKS Tingkatkan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas di Lampung

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG — Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, menegaskan akan terus mendorong peningkatan pelayanan bagi penyandang disabilitas.

“Itu karena  jumlah para penyandang disabilitas tersebut cukup besar dan mempunyai hak untuk memperoleh layanan,” kata istri Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, itu pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2021, di Bioskop Anak, Museum Lampung, Selasa (7/12/2021).

Menututnya, ia mengapresiasi semua upaya yang telah dilakukan oleh LKKS  dan akan terus mendorong agar semakin banyak lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan layanan bagi penyandang disabilitas.

“Kami ingin psecara terus menerus meningkatkan kesetaraan, kesempatan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Rian Sari mengatakan, peringatan hari disabilitas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghilangkan stigma terhadap penyandang disabiitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan kemandirian dan kesamaan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.

Semua tujuan tersebut, lanjut Riana, selaras dengan tema HDI tahun 2021 yaitu “Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel dan Berkelanjutan Pasca Covid-19“.

“Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial adalah upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial,” kata dia.

Menurutnya,  masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Peran tersebut dapat dilakukan oleh perseorangan, keluarga, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, badan usaha dan lembaga kesejahteraan sosial.

“Sebagai Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Lembaga Kesejahteraan Sosial untuk melakukan kolaborasi dan sinergi kegiatan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Pemerintah memiliki potensi untuk melakukan aksi agar memiliki arti bagi seluruh lapisan masyarakat. Saat ini terdapat tidak kurang dari 260 lembaga kesejahteraan sosial di Provinsi Lampung

Riana menilai bahwa jumlah tersebut masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan jumlah penyandang disabilitas yang harus dilayani di Provinsi Lampung ini, yakni sebanyak 9.193 orang.