Hari Ini 2.296.320 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

  • Bagikan
Proses kedatangan Vaksin Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu siang (11/9/2021).
Proses kedatangan Vaksin Sinovac di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu siang (11/9/2021).

TERASLAMPUNG.COM — Hari ini sebanyak 2.296.320 dosis vaksin Covid-19 merek Sinovac  siap pakai tiba di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu siang, 11 September 2021. Kedatangan vaksin tersebut diharapkan bisa mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

Vaksin Sinovac diangkut menggunakan maskapai Air China dengan nomor penerbangan CA701. Vaksin Sinovac ini didapatkan melalui jalur bilateral lewat COVAX Facility.

Sebelumnya Kemenkes menegaskan pemerintah terus bekerja untuk memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia, dari semua jalur, baik jalur bilateral maupun multilateral, dengan segala mekanisme yang tersedia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan hari ini Indonesia kedatangan dua vaksin sekaligus, tahap 56 dan 57, yaitu vaksin Janssen yang merupakan bantuan dari pemerintah Belanda melalui skema bilateral dan vaksin Sinovac melalui COVAX Facility..

“Jika dihitung dari kedatangan pertama di Desember 2020 hingga tahap ke 56 dan 57 hari ini, Indonesia sudah memiliki total lebih dari 232 juta dosis vaksin. Baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi,” kata Wamenkes saat Konferensi Pers Kedatangan Vaksin Tahap 56 dan 57,  Sabtu (11/9/2021).

Menurut Wamenkes, kedatangan vaksin tersebut membuat pemerintah optimistis bisa  mempercepat laju vaksinasi.

“Harapannya bulan ini Indonesia dapat mencapai 2 juta dosis vaksin per hari. Hingga 10 September 2021, lanjut Wamenkes, telah disuntikkan lebih dari 112 juta dosis vaksin COVID-19,” kata dia.

Wamenkes menegaskan, meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian menurun, Pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi.

Wamenkes menyatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung bertujuan agar jangan sampai Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus.

“Untuk itu kita harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Selain mematuhi protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk mengikuti program vaksinasi nasional,” katanya.

Soal vaksin, Wamenkes mengimbau masyarakat untuk tidak usah pilih-pilih vaksin.

“Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini. Jika kita menunda vaksinasi, kita akan terpapar virus duluan dan dampaknya akan lebih parah. Puluhan ribu anak kehilangan orang tua mereka karena COVID-19. Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan perkembangan vaksinasi bagi kelompok masyarakat terutama lansia dan dengan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujar Wamenkes.

Menurut Wamenkes, jumlah penduduk lanjut usia yang sudah di vaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain. Ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak boleh tertinggal dalam program vaksinasi nasional.es.

  • Bagikan