Hari Ini RM Begadang 2 Buka Lagi Setelah Kemarin Disegel, Bagaimana dengan Geprek Bensu?

  • Bagikan
Rumah Makan Begadang 2 di Jalan Diponegoro Bandarlampung hari ini sudah dibuka kembali.
Rumah Makan Begadang 2 di Jalan Diponegoro Bandarlampung hari ini sudah dibuka kembali.

TERASLAMPUNG.COM — Rumah Makan (RM) Begadang 2 yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro Kota Bandarlampung yang kemarin (8/6/2021) disegel Pemkot Bandarlampung karena tidak optimal dalam menggunakan tapping box, pada Rabu (9/6/2021)  sudah dibuka kembali.

Rumah makan dengan menu andalan masakan khas Padang itu dibuka kembali karena pengelolanya sudah menyakan siap mengoptimalkan penggunaan alat pencatat traksasi otomatis (tapping box) yang disaranan KPK.

Menurut Kepala Inspektorat Kota Bandarlampung, Umar, pemilik dan perwakilan RM Begadang 2, RM Padang Jaya, Geprek Bensu, dan kedai  Bakso Sony sudah mendatangi Pemkot Bandarlampung dan menyatakan siap mengoptimalkan penggunaan tapping box serta menyelesaikan akan kewajibannya.

“(Pengelola) Rumah Makan (RM) Begadang 2 tadi siang sudah sudah menandatangani surat pernyataan pengoptimalan tapping box. Jadi rumah makan itu sudah bisa buka kembali. Saya tadi sempat bertemu dengan pemiliknya. Saya ingatkan kalau RM Begadang yang lain tidak optimal ya kami  segel. RM Begadang kan ada beberapa di sini,” jelas Umar, yang juga ketua tim penyegelan kepada teraslampung.com,  Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam surat pernyataan tersebut disebutkan bahwa pemilik RM Begadang grup siap mengoptimalkan penggunaan tipping box termasuk pembelian dengan bungkus juga siap diaudit jika diperlukan. Nah, sekarang tinggal kita pantau saja,” tambahnya.

BACA JUGA:   Pengurus Paku Banten Bandarlampung 2016-2021 Dilantik

Hal yang sama juga diberlakukan kepada pemilik Bakso Sony yang juga memiliki banyak cabang di Kota Bandarlampung.

Sedangkan untuk RM Padang Jaya dan Geprek Bensu, kata Umar, bisa dibuka kembali setelah membayar tunggakan pajaknya.

“Geprek Bensu sedang proses (untuk dibuka kembali). Tadi hadir perwakilannya dari Jakarta. Kalau besok jelas, besok bisa dibuka lagi. Begitu juga dengan RM Padang Jaya,” jelasnya.

Umar menegaskan penyegelan rumah makan yang tidak optimal menggunakan tipping box itu berdasarkan Perda nomor 6 tahun 2018 dan Perwali Nomor 43 tahun 2018.

“Makanya kami minta pengusaha itu membuat pernyataan untuk patuh pada peraturan yang ada dan mendukung kebijakan walikota berkenaan dengan peningkatan pendapatan daerah. Aturannya ada di Perda nomor 6 tahun 2018 dan Perwali Nomor 43 tahun 2018,” jelas Umar.

Menurutnya, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Pemkot Bandarlampung mulai mengambil tindakan tegas seperti penyegelan tiga rumah makan dan satu gerai bakso. Selanjutnya pihak Pemkot Bandarlampung juga akan menyegel hotel, tempat hiburan, dan papan reklame yang pemilik/pengelolanya menunggak pajak dan tidak optimal menggunakan tapping box.

“Sekarang baru restoran. Selanjutnya hotel, tempat hiburan, dan reklame,” katanya.

BACA JUGA:   Februari 2015, Tingkat Penghunian Hotel Berbintang di Bandarlampung 48,11 Persen

Sementara itu, menurut sumber teraslampung.com di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPRD), dampak penyegelan ini banyak pengusaha rumah makan yang memiliki tunggakan pajak berjanji akan melunasinya.

“Hari ini banyak yang datang dan berjanji akan membayar tunggakan pajak buat yang punya tunggakan dan yang kurang optimal akan mengoptimalkan penggunaan tapping box,” katanya.

Untuk diketahui, cara pengusaha tidak optimal dalam menggunakan tipping box atau alat perekam transaksi adalah ketika transaksi tidak menggunakan tapping box, tetapi melalui cash register atau nota yang ditulis kasir.

Pengusaha tidak berani mematikan tapping box karena alat tersebut terkoneksi ke BPPRD Kota Bandarlampung.

Program tapping box merupakan program Divisi Pencegahan KPK RI untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dandy Ibrahim

  • Bagikan