Hari Ketiga Lebaran, Warga Dua Dusun di Tanjungbintang Bentrok

  • Bagikan
Zainal Asikin/Teraslampung.com

Warga Dusun II Prapatan, Way Galih, Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan masih berjaga-jaga usai bentrok dengan warga Dusun V Nagaria., Rabu malam, 30 Juli 2014. (Teraslampung.com/Zaenal Asikin)

BANDAR LAMPUNG – Bentrok warga dua kampung di Desa Way Galih, Kecamatan
Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan terjadi Rabu malam (30/7) sekitar pukul 20.00
WIB.

Berdasarkan
informasi yang dikumpulkan Teraslampung.com di lokasi kejadian, bentrokan
berawal dari penganiayaan yang dilakukan oleh Rangga (19) warga Dusun II A
Prapatan, terhadap Nikko (15), seorang pelajar SMP kelas 3 warga Dusun V B Nagaria,
Desa Way Galih, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan.
Warga
Dusun VB Nagaria tidak terima sehingga sekitar  800-an warga Dusun V B Rabu malam menyerang
Dusun II A Prapatan dengan senjata parang, tombak, golok, dan ketapel.
Kedatangan mereka disambut 400-an warga Dusun II A Prapatan. Kedua warga
tersebut saling serang, kedua massa yang bentrok saling lempar batu.
Kedua
massa dari dua dusun itu  akhirnya dapat
diredam setelah aparat kepolisian dan anggota Danramil dari Tanjung Bintang dan
Polres Lampung Selatan tiba di lokasi kejadian. Warga dari kedua Dusun pun
mundur dan membubarkan diri. Namun, warga dari dikedua belah pihak yang
bertikai masih terus berjaga-jaga dilokasi dusunnya masing-masing.  
Bagio
(42), paman korban Nikko, saat ditemui Teraslampung.com di
rumahnya,  mengatakan kejadian berawal
ketika keponakannya sedang duduk dan mengobrol bersama kakaknya dan ketiga
orang temannya di depan rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba datang dua
orang lelaki menggunakan motor Honda Beat dengan menggunakan cadar dan membawa
dua parang.
Seorang
di antaranya turun dari motor dan langsung menghampiri dengan menyabetkan
parang dengan membabi buta ke arah keponakannya dan ketiga temannya. Nahas,
salah seorang keponakannya bernama Nikko terkena sabetan parang oleh pelaku
tepat mengenai perut sebelah kiri, selanjutnya kedua pelaku langsung kabur
melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Ya
kalau kejadian pembacokannya sekitar pukul 18.00 WIB tepatnya saat adzan
maghrib, Nikko saat itu sedang duduk di depan rumah bersama kakaknya
bernama Rian dan ketiga rekannya yakni Andi, Dodi, dan Okta. Nikko yang
mengalami luka sabetan parang di bagian perut sebelah kiri selanjutnya
dilarikan ke rumah sakit Imanuel dan dijahit perutnya. Luka robeknya panjang
dan dalam, hingga ususnya terburai,” kata Bagio.
Korban
sebelumnya sempat koma karena banyak darah yang dikeluarkan, sekitar pukul
23.30 WIB korban sudah sadar,” kata Bagio, Rabu (30/7).

Menurut Bagio, setelah mendengar berita tersebut, seusai salat Magrib
warga dusun VB Nagaria berkumpul dan berusaha mencari pelaku. Menurutnya,
berdasarkan informasi dan ciri-cinya pelaku diketahui bernama Rangga, yang
tidak lain adalah keponakan dari Nanang Ermanto seorang anggota DPRD
Lampung Selatan dari PDI Perjuangan.

Bagio
mengaku pada saat massa dari Dusun VB Nagaria merangsek masuk ke dusun II A
Prapatan, Nanang Ermanto mencoba menarik massa dengan menenangkan warga
dan berjanji selama 24 jam akan menyerahkan Rangga ke aparat keamanan.
“Apabila
 pelaku tidak tertangkap, Pak Nanang mempersilakan
warga dusun kami menyerang ke Dusun II A Prapatan,” tutur Bagio.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bayu Aji saat ditemui di lokasi
kejadian mengatakan, kejadian ini berawal dari salah seorang pelaku dari
Dusun II A yang melakukan penganiayaan terhadap salah satu warga di Dusun
VB Nagaria Desa Way Galih, Tanjungbintang. 

Menurut
Kapolres, kejadian ini merupakan buntut dari dendam lama warga dua dusun yang
masih satu desa tersebut.
Kapolres
mengaku pihaknya saat ini masih menjaga dua dusun tersebut dengan mengerahkan
sekitar 300 personel. Penjagaan dibantu dari anggota TNI.
“Untuk
saat ini, situasi di kedua dusun itu sudah kondusif dan kedua warga sudah
banyak yang pulang kerumahnya masing-masing. Namun, anggota keamanan akan tetap
disiagakan untuk beberapa hari ke depan,” kata Bayu Aji kepada Teraslampung.com.
Ia
menegaskan pihaknya masih mengejar pelaku yang menjadi pemicu terjadinya bentrokan.
“Malam ini anggota masih melakukan pengejaran, kita akan berusaha
untuk menangkap pelaku, karena bila belum tertangkap dikhawatirkan warga akan
kembali bentrok dan akan lebih buruk lagi dampaknya,”ujarnya.

  • Bagikan