Hari Lingkungan Hidup: “Stop Pencemaran Sungai Musi!

  • Bagikan

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

Spanduk kampanye penghentikan pencemaran Sungai Musi dihanyutkan di Sungai Musi. (Teraslampung/Ahmad Marhaen)

PALEMBANG – Protes terhadap pemerintah yang seakan tidak peduli dengan Sungai Musi, yang kian hari kondisinya memprihatinkan, puluhan aktivis lingkungan hidup dari Walhi Sumsel, Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI), Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Sumsel, membentangkan spanduk “Stop!!! Cemari Sungai Musi” di Sungai Musi dalam mempringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014, Kamis (5/6/2014).

Selain dibawa menyusuri Sungai Musi menggunakan dua perahu ketek, spanduk itu juga dibentangkan di tepi Jembatan Ampera. Para pengunjukrasa menuntut hal. Pertama, selamatkan Sungai Musi dan ekosistem yang ada di dalamnya dengan menghentikan semua aktivitas industry yang ada disepanjang aliran Sungai Musi, dan hentikan segera pembuangan limbah industry ke sungai.

Kedua, menghentikan  alih fungsi lahan gambut untuk pembangunan pelabuhan untuk pertambangan. Ketiga, berikan sanksi bagi pemerintah dan perusahaan yang melakukan perusakan lingkungan hidup di Sumsel tanpa terkecuali. Keempat, segera masukan pendidikan Lingkungan Hidup dalam Kurikulum Sekolah (SD, SMP dan SMA).

Menurut Norman Cegame,  koordinator aksi, meskipun Sungai Musi merupakan sumber kehidupan masyarakat Sumsel, tapi pemerintah tidak pernah mengurusinya. Akibatnya pencemaran dan pendangkalan terus terjadi di Sungai Musi.

“Bahkan limbah merkuri kini telah ditemukan di sejumlah ikan yang hidup di Sungai Musi. Jika Sungai Musi tidak segera djaga, maka bukan tidak mungkin masyarakat Sumsel mengalami krisis air, dan terserang beragam penyakit mematikan,” katanya.

  • Bagikan