Beranda Pendidikan Hari Pertama UN SMA, Mendikbud Sidak di Sekolah Inklusif

Hari Pertama UN SMA, Mendikbud Sidak di Sekolah Inklusif

174
BERBAGI
Mendikbud M. Nuh mengunjungi sekolah yang sedang menggelar UN. (dok viva.co.id)
Jakarta, Teraslampung.com– Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak pada hari
pertama pelaksanaan ujian nasional (UN). Sidak Mendikbud tidak hanya dilakukan
dii SMA umum, tetapi jua di SMK dan SMA Luar Biasa B (SMALB B ). Sidak
dilakukan Mendikbud untuk memastikan bahwa di sekolah inklusif UN berjalan
lancar.
“Saya  ingin
memastikan apakah anak-anak kita yang berkebutuhan khusus juga sudah diberikan
layanan pendidikan dengan baik,” ujarnya di sela-sela sidak UN di Jakarta,
(14/04/2014).
Mendikbud dan rombongan pada Senin pagi (14/4)
mengunjungi SMALB B Pangudi Luhur di Kembangan, Jakarta Barat, yang khusus
mendidik siswa tuna rungu. Siswa peserta UN di SMALB ini berjumlah 22 siswa.
Mereka dibagi menjadi dua ruangan.
Saat Mendikbud tiba di SMALB B Pangudi Luhur sekitar
pukul 06.50 WIB, ujian nasional belum dimulai. Namun, semua siswa sudah berada
di dalam ruangan ujian dan tengah mempersiapkan diri mengulang pelajaran untuk
menghadapi UN. Mendikbud sempat berbincang santai dengan mereka.
Mendikbud sempat melontarkan pertanyaan tentang arti dari
beberapa peribahasa kepada seorang siswa bernama Annisa. Meski tuna rungu,
Annisa dan teman-temannya tidak menggunakan bahasa isyarat. Mereka tetap
berkomunikasi dengan bahasa verbal meski pengucapannya tidak sejelas mereka
yang pendengarannya normal.
“Apa arti peribahasa tak ada gading yang tak retak?”,
tanya Mendikbud kepada Annisa. Dijawab oleh Annisa, “Tidak ada manusia yang
sempurna”.
Mendikbud pun mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia
bertanya lagi arti dari peribahasa ‘Sambil menyelam minum air’. “Dapat
mengerjakan dua pekerjaan sekaligus,” jawab Annisa.
Mendikbud tampak puas mendengar jawaban Annisa.
Selain Annisa, Mendikbud juga sempat berbincang dengan
Kevin Leonard, siswa tuna rungu yang bercita-cita menjadi fotografer. Kevin
pernah beberapa kali menjuarai olimpiade matematika tingkat nasional. Ia kini
sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). “Sukses ya,” ujar
Mendikbud.
Mata pelajaran yang diujikan di hari pertama UN adalah
Bahasa Indonesia. Karena itu Mendikbud memilih untuk berbincang ringan sambil
membantu Annisa mempersiapkan diri menghadapi UN.
Khusus untuk SMA LB, hanya ada tiga mata pelajaran yang
diujikan dalam UN, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Berbeda dengan SMA umum yang menguji siswa untuk empat mata pelajaran, yaitu
Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS (sesuai jurusan
siswa).

Di SMA LB B Pangudi Luhur siswa tidak memilih jurusan IPA
atau IPS. Jurusan yang ada adalah jurusan keterampilan, yaitu tata busana dan
tata boga.
Mendibud M. Nuh juga sidak SMAN 112 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang termasuk Rayon 08. Mendikbud tiba di SMAN 112 pada pukul 05.45 WIB dan langsung menuju ruang panitia tempat pembagian naskah soal UN. Saat itu sedang berlangsung pembagian naskah soal UN kepada pengawas dari sekolah-sekolah yang berada dalam Rayon 08 Jakarta. 
“Mereka harus mengecek satu persatu kelengkapan naskah soal dan lembar jawaban UN,” ujar Mendikbud di Gedung SMAN 112, Jakarta, (14/04/2014).
Tumpukan naskah soal UN yang akan dibagikan terlihat masih disegel, dilapisi plastik bertuliskan “Dokumen Negara”. Mendikbud mengingatkan para pengawas yang hadir untuk memperlihatkan bukti naskah masih disegel dengan baik kepada siswa peserta UN sebelum naskah dibagikan. Mendikbud juga meminta panitia di setiap sekolah mengecek kemungkinan kekurangan naskah soal.
Ia mengatakan, hingga saat ini distribusi naskah soal UN di berbagai wilayah di Indonesia telah berjalan dengan baik. Proses distribusi diawali dari percetakan, lalu ke provinsi, lanjut kabupaten dan kota, hingga tiba di rayon pada H-1. Kemudian di hari pelaksanaan UN, setiap sekolah mengambil naskah soal UN ke rayon pada pagi hari sekitar pukul 05.00-06.00, untuk kemudian dibawa ke sekolahnya masing-masing.
“Tadi malam saya cek di beberapa titik alhamdulillah semua sudah terdistribusi dengan baik,” tutur Mendikbud.
SMAN 112 yang menjadi Rayon 08 Jakarta menjadi tempat penyimpanan naskah untuk 35 sekolah di wilayah Jakarta Barat, yaitu 8 SMA negeri dan 28 SMA swasta. Jumlah peserta UN di rayon ini 3.641 siswa, terdiri dari 1.771 siswa jurusan IPA dan 1.870 siswa jurusan IPS. (Dewi Ria Angela)
Loading...