Beranda News Kesehatan Hari Tanpa Tembakau: Ini 10 Fakta Mengerikan Tentang Rokok di Indonesia

Hari Tanpa Tembakau: Ini 10 Fakta Mengerikan Tentang Rokok di Indonesia

1052
BERBAGI
Teraslampung.com — Hari ini (31/5) diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Hari Tanpa Merokok kampanye antirokok makin masif. Di dunia maya, misalnya, setidaknya terdapat dua tagar yang mengampanyekan antirokok, yaitu #WorldNoTobaccoDay dan #HariTanpaTembakau Sedunia.

Kampanye antirokok memang layak dilakukan secara masif, karena banyak fakta menunjukkan bahwa merokok  menjadi salah satu ancaman utama bagi kehehatan dan hidup manusia.

Berikut fakta tentang rokok di Indonesia:

Fakta yang dsampaikan peneliti Lembaga Demografi
Universitas Indonesia (LDUI), Abdillah Ahisan, misalnya, membuktikan,pertama,  hingga saat inisetidaknya ada 250 ribu jumlah kematian karena rokok.

Penyakit  mematikan yang disebabkan karena rokok, antara lain stroke, jantung, kanker, paru-paru, dan hipertensi. Semuanya penyakit berbahaya dan susah penyembuhannya.

Kedua, selama ini rokok diklaim sebagai sumber pemasukan devisa bagi negara. Namun,kata Abdillah, faknya pemasukan negara dari cukai rokok yang hanya Rp100triliun tidak sebanding dengan dampak ekonomi akibat rokok yang mencapai Rp300 triliun.

Dampak ekonomi itu berupa dampak penyakit yang ditimbulkan rokok, biaya pengotan akibat sakit karena merokok, dan dampak lanjutan akibat kematian perokok.

“Angka pemasukan tidak seimbang dengan biaya pembelian rokok dan biaya kesehatan masyarakat. Lalu hilangnya pendapatan akibat yang bersangkutan sakit karena rokok,” kata Abdilah.

Ketiga, menurut Abdillah rokok juga berpotensi menurunkan  kualitas generasi. Hal itu  akan berdampak  pada potensi ekonomi  negara karena remaja perokok aktif memiliki kemungkinan hidup lebih pendek daripada remaja yang tidak meracuni dirinya dengan rokok.

“Sebab itu, pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia saya mengimbau warga Indonesia tidak merokok selama sehari. Syukur kalau berhenti merokok selamanya,” kata dia.

Keempat, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, Indonesia mendapat julukan baby smoker, lantaran jumlah perokok anak di bawah 10 tahun tercatat sebanyak 239.000 orang.

Kelima, maraknya penggunaan rokok di kalangan anak dan remaja ini tidak lepas dari peran media yang kerap menampilkan iklan rokok. Sekitar 70% remaja Indonesia mengaku mulai merokok karena melihat iklan rokok yang menarik perhatian, sampai akhirnya mereka merelakan menghabiskan uang jajannya untuk membeli rokok.

Keenam, jumlah perokok aktif usia 10 tahun ke atas di Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2013 ada 57.750.592 orang atau lebih dari sepuluh kali lipat seluruh penduduk Singapura. Jumlah ini terdiri dari 56.860.457 perokok laki-laki  dan 1.890.135 perokok perempuan.

Ketujuh,  setiap hari ada 616.881.205 batang rokok di hisap di Indonesia atau lebih 600 juta batang per hari. Kemudian sebanyak 225.161.640.007 batang rokok dibakar setiap tahunnya atau lebih 225 miliar batang setiap tahunnya.

“Kalau satu batang rokok dianggap saja harganya Rp1.000, maka setiap tahun uang yang dibakar sebagai asap rokok adalah lebih dari Rp 225 trilyun,” kata Tjandra.

Kedelapan,  menurut jenis kelamin, setiap hari ada 608.406.889 batang rokok di hisap oleh para pria perokok Indonesia, atau 222.068.514.485 batang rokok dibakar setiap tahunnya oleh kaum Adam.

Sementara, setiap hari ada 10.206.729 batang rokok dihisap oleh para wanita perokok Indonesia atau hanya sekitar 10 juta batang sehari yaitu 3.725.456.085 batang rokok dibakar setiap tahunnya oleh kaum Hawa.

“Padahal diketahui bahwa asap rokok mengandung sekitar 4.000 bahan kimia, dan berhubungan dengan sedikitnya 25 penyakit ditubuh manusia,” kata Tjandra.

Kesembilan, terdapat  kenaikan signifikan jumlah perokok di Indonesia. Pada 1995 (berdasarkan analisa data penelitian sebelumnya) ada sekitar 46.662.862 total perokok di negara kita, terdiri dari 45.265.806 perokok pria dan 1.397.056 perokok wanita.

Kesepuluh, selain perokok aktif, terdapat ada jutaan orang perokok pasif di negara kita, dewasa dan anak-anak, mereka yang tidak merokok tapi tetap dapat menerima akibat buruk dari asap rokok karena orang disekitarnya merokok.

Jumlah perokok pasif pada anak-anak kita adalah lebih dari 40 juta anak, dengan perincian untuk kelompok umur 0-4  tahun ada 12.616.297 anak perokok pasif. Kemudian kelompok umur 5=9 tahun merupakan kelompok ternesar dengan 14.711.509 anak perokok pasif. Dan kelompok umur 10-14 tahun 4.660.252 anak perokok pasif.