Beranda Seni Hari Tari Sedunia, Ratusan Penari Bersemangat Menampilkan Aneka Tari Tradisional

Hari Tari Sedunia, Ratusan Penari Bersemangat Menampilkan Aneka Tari Tradisional

1156
BERBAGI
Tari Pesona Budaya

Dandy Ibrahim|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Cuaca terik tidak menyurutkan para penari tetap semangat menampilkan suguhannya. Setelah SDN 1 Triharjo Lampung Selatan, dilanjutkan sanggar Sang Saka menampilkan Tari Tuping  dengan tari yang tampil menggunakan topeng.

Selanjutnya Tari Melinting yang ditampilkan SD N 1 Triharjo dan SMPN 2 Merbau Mataram Lampung Selatan

Seniman tari Hari Djayadiningrat yang juga hadir di acara itu ikut mengapresiasi penampilan anak – anak SDN 1 Triharjo dan SMPN 2 Merbau Mataram.

“Anak – anak itu luar biasa bagus, saya mengapresiasi pelatihnya juga. Melatih anak – anak itu sulit dan uniknya para penari dan pemain musiknya bukan asli suku lampung. Ajang ini harus diteruskan bagus buat regenerasi penari lampung” ujar Hari Djayaningrat.

Dia juga berharap kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan.

“Sebab, ini ajang bagi regenerasi penari Lampung,”katanya.

Penampilan berikutnya tidak kalah menarik. Para penari senior dan kini rata – rata sudah memiliki sanggar sendiri, seperti U’ul Sanggar Tanggai, Ayu Kerti Buana dan Ratih dri Sanggar Kinarya.

Mereka memadukan tari Bali, jaipong, tari piring dari Padang, tari ronggeng dari Betawi, dan tari anging mamiri dari Sulawesi.Mereka menyebutnya Tarian Pesona Budaya.

Meski audah memiliki sanggar sendiri olah tubuh mereka masih tetap terjaga dan penontonun memberikan aplaus bagi mereka.

Seusai penampilan para penari senior tersebut dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi acara hari tari dunia oleh ketua Dewan Kesenian Lampung (DKL).

Ketua DKL, Aprilani Yustin Ridho Ficardo, ketika membuka peringatan Hari Tari Sedunia mengatakan dunia kepenarian lampung cukup disegani dalam setiap even nusantara, banyak penari yang punya prestasi di daerah ini.

Dia pun menilai busana yang dipakai para penari memberi kesan yang kuat dengan kelampungannya. Misalnya tapis, siger, dan lain sebagainya.

“Saya mengajak para seniman untuk terus menjaga kreatifitasnya dan juga mau terus menggali seni budaya yang kita miliki,” kata Yustin.

Loading...