Hukum  

Harta Gono-Gini Diagunkan Mantan Suami di Bank, Dokter Kecantikan Ajukan Somasi

Leni Ervina (kanan), pengacara dr .Amelica Oksariani (kiri), menunjukkan surat somasi yang ditujukan ke pimpinan Bank BRI Cabang Tanjungkarang, Selasa (25/1/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG  — Karena harta gono-gininya bersama mantan suami diagunkan di bank, seorang dokter kecantikan di Bandarlampung bernama dr. Amelica Oksariani (33) mengajukan somasi kepada Bank BRI Cabang Tanjungkarang. Bank pelat merah itu disomasi karena dinilai tidak hati-hati dan mau menerima harta gono-gini sebagai agunan.

Menurut Leni Ervina SH,MH, pengacara dr .Amelica Oksariani, somasi yang diajukan kali ini adalah untuk kedua kalinya. Selain ke Bank BRI Cabang Tanjungkarang, somasi juga diajukan kepada mantan suami Amelica,  FAK.

“Somasi pertama kami ajukan pada 24 Desember 2021 lalu. Namun hingga hari ini belum juga ada tanggapan dari pihak BRI selaku pihak ketiga yang bertanggungjawab atas kasus ini,” kata Leni, Selasa (25/1/2022)

Leni menjelaskan, alasan kliennya melayangkan somasi ke bank BRI Cabang Tanjungkarang karena mantan suami kliennya, yaitu Firman Ade Kuncoro, telah mengagunkan sertifikat tanah dan rumah ke bank BRI Cabang Tanjungkarang tanpa sepengetahuan kliennya.

“Aset senilai Rp 1, 5 miliar tersebut berupa tanah dan bangunan (luas sekitar 880 meter persegi) di Jalan Imam Bonjol, Gang Cindy , Bandarlampung,” katanya.

Jika dua somasi ini tidak diindahkan, kata Leni, kliennya akan menajukkan somasi ketiga.

“Dan jika tidak diindahkan juga, maka kami akan melakukan upaya hukum, yakni melaporkan mantan suaminya dengan pasal penggelapan 372 dan 378 KUHP ( pasal penipuan dan penggelapan). Sedangkan BRI, melanggar azas kehatihatian dan tidal melakukan survey dan klarifikasi atas kepemilikan tanah sehingga  perbuatan mereka dapat dipidana dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal  49 ayat 2 huruf b undang-undang perbankan dan ketentuan peraturan perundang undangan lainnya yang berlaku bagi bank, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun penjara dan denda paling lama Rp 6.000.000.000 (enam milyar rupiah). Bagi anggtota dewan komisaris , direks atau pegawai bank yang dengan tidak sengaja tidak melaksanakan SOP dalam pemberian kredit  ,” katanya.

“Kami meminta agar mantan suaminya membagi rata uang hasil sertifikat yang diagunkan ke BRI,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank BRI Cabang Tanjungkarang Anton Purnomo membenarkan akan adanya agunan tersebut. Terkait somasi, ia mengaku masih mempelajarinya dan akan melakukan koordinasi.

“Kami akan koordinasi untuk menyelesaikan masalah ini. Dan karena somasi kedua baru masuk hari ini ke meja saya, maka akan saya cek dulu, ” kata Anton.

Media ini sudah berusaha mendapatkan konfirmasi dari  FAK terkait harta gono-gini yang diagunkan di BRI Tanjungkarang. Namun, baik pesan melalui  WA maupun telepon tidak mendapatkan respons.

Mas Alina