Hati-hati, Jangan Unduh PeduliLindungi dari Link di Grup WhatsApp

  • Bagikan
Calon penumpang memindai QR code aplikasi PeduliLindungi sebelum melakukan perjalanan menggunakan KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu, 8 September 2021. KAI Commuter mulai memberlakukan sertifikasi vaksin sebagai syarat untuk naik KRL pada 8 September 2021. TEMPO/Subekti
Calon penumpang memindai QR code aplikasi PeduliLindungi sebelum melakukan perjalanan menggunakan KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu, 8 September 2021. KAI Commuter mulai memberlakukan sertifikasi vaksin sebagai syarat untuk naik KRL pada 8 September 2021. TEMPO/Subekti

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mengunduh aplikasi ponsel pintar PeduliLindungi dari link yang tersebar di pesan instan. Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat mengunduh aplikasi PeduliLindungi hanya dari sumber resmi seperti App Store dan Google Playstore.

BACA: NIK Jokowi Bocor, Data Pejabat di Aplikasi Pedulilindungi Kini Ditutup

“Jangan mengunduh dari tautan (link) yang mengaku akses PeduliLindungi lewat Whatsapp Grup, yang ternyata link dari orang yang tak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi,” ujar Tenaga Ahli Kominfo, Devie Rahmawati, dalam webinar “Vaksinasi Covid-19 Kini dan Nanti” yang dipantau dari Jakarta, Rabu 8 September 2021.

Dia mengatakan persoalan keamanan data dari aplikasi PeduliLindungi sebenarnya berawal dari diri masyarakat. Menurut dia, banyak dari masyarakat yang justru memamerkan data pribadi yang bisa digunakan sembarangan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Kasus sebelumnya bukan karena sistem PeduliLindungi tidak aman, tetapi memang ada orang yang mengambil data orang lain untuk mengakses fitur PeduliLindungi,” kata dia.

BACA: Kasus Sertifikat Vaksin Covid-19, Pencuri Data Aplikasi PeduliLindungi Ditangkap Polisi

Menurut Devie keamanan data di PeduliLindungiharus dimulai dari masyarakat agar tidak sembarangan swafoto dengan kartu tanda penduduk (KTP) atau menempatkan kartu keluarga (KK) di sembarang tempat, yang sebenarnya dari ketidakwaspadaan diri.

Hingga saat ini, aplikasi PeduliLindungi memiliki 39.886.900 pengguna dan telah digunakan di fasilitas publik oleh 22 juta warga. Fitur dalam aplikasi tersebut telah digunakan di 4.637 titik lokasi . Antara lain  stasiun, gedung, lokasi perkantoran dan industri, hotel, mal, dan fasilitas olahraga.

Titik layanan PeduliLindungi akan diperluas bertahap ke enam sektor prioritas, seperti sektor perdagangan, pariwisata, transportasi, keagamaan, perkantoran, dan pabrik.

TEMPO

  • Bagikan