Beranda Seni Sastra Hearts

Hearts

292
BERBAGI

Hudan Hidayat

Not Sickness stains the Brave,
Nor any Dart,
Nor Doubt of Scene to come,
But an adjourning Heart —

[ Hearts ] adalah sejenis permainan kartu, sebutan Inggris ini sudah ada sejak abad ke-18. Aturan permainan ini dari masa ke masa agak sedikit berbeda, namun tujuan utamanya tetap adalah mendapat kartu hati merah paling sedikit, sebaliknya, jika ada seorang pemain mendapat semua hati merah maka pemain lain akan kalah nilai penuh, coba memegang semua hati merah adalah sangat berbahaya, kurang satu saja akan menyebabkan seluruh usaha menjadi sia-sia, harus menanggung kekalahan total.

Bukan sakit derita menodai keindahan ini,
Bukan juga gerak mendadak apapun,
Bukan pula curiga pada peristiwa akan tiba,
Tapi sebuah hati merah yang tertunda muncul —-

Puisi ini menggambarkan seorang pemain kartu sedang berusaha memperoleh semua hati merah, satu hal yang indah ( Brave ), namun hati merah terakhir masih belum muncul. Penilaian Emily terhadap seseorang lebih menitik-beratkan pada niat hati, bukan ucap kata yang membosankan, atau mengeluarkan kata-kata menusuk, atau curiga terhadap hal yang mungkin terjadi antara dirinya dengan orang ini di masa mendatang. ( brave ) bisa diartikan sebagai indah, juga bisa digunakan untuk [ kasar, bengis ] dan [ bandit, penjahat ], muncul pada abad ke-16, ( brave ) atau keberanian dengan niat hati atau tujuan yang berbeda akan menimbulkan hasil yang berbeda. Saya lebih suka membaca puisi Emily Dickinson begini:

Bukan kebosanan menodai orang bengis ini,
Bukan juga segala kata-kata menusuk,
Bukan pula curiga pada peristiwa akan tiba,
Tapi sebuah niat hati yang tertunda muncul —-

Puisi ini disisip di dalam surat Emily kepada Mable Loomis, Mabel adalah kekasih gelap kakak Emily yang bernama Austin, Mabel dan Austin masing-masing sudah mempunyai keluarga sendiri, tetapi masih ingin lebih dari itu, orang-orang pemberani sedang melakukan hal yang berbahaya, coba memperoleh semua hati.

Loading...