Beranda Medsos Trending Heboh Gubernur Kalteng Melempar Botol ke Lapangan di Laga Kalteng Putra Vs...

Heboh Gubernur Kalteng Melempar Botol ke Lapangan di Laga Kalteng Putra Vs Persib

350
BERBAGI
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melempar botol ke lapangan pertandingan saat laga Barito Putra vs Persib (sumber: insulteng/youtube)

TERASLAMPUNG.COM — Pertandingan sepakbola antara Kalteng Putra versus Persib Bandung, di Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya, Jumat 1/11/2019) diwarnai insidern tak sedap. Dalam rekaman video amatir yang tersebar di media sosial terlihat Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melempar botol.

Dalam  video itu terlihat Gubernur Sugianto Sabran berada di tribun VVIP Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya. Orang nomor satu di Kalteng itu mengenakan kaus warna oranye dan topi warna hitam. Ia tampak melempar botol air mineral ke arah lapangan.

Diduga Gubernur marah karena ada pemain Kalteng Putra yang diberi kartu merah oleh wasit, sementara kedudukan saat itu 0-2 untuk keunggulan Persib.

Dia juga terlihat marah-marah sambil menunjuk-nunjuk sebelum turun dari tribun VVIP ke pinggir lapangan. Ia menghampiri Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar dan memarahinya.

Setelah banyak mendapat kecaman dari warganet, Kementerian Dalam Negeri langsung merespons.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan Kementerian sudah turun tangan menyelesaikan persoalan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dalam insiden pelemparan botol di acara pertandingan sepak bola.

“Sudah langsung diselesaikan. Kemendagri selalu sigap, cepat mengambil upaya penyelesaian apapun terkait stabilitas dalam negeri,” kata Bahtiar, Minggu, 3 November 2019.

Bahtiar mengatakan Kementerian Dalam Negeri segera menyelesaikan masalah begitu insiden terjadi. Terbukti, kata dia, Gubernur Kalimantan Tengah kini sudah meminta maaf kepada Kapolres Palangka Raya setelah insiden. Sehingga, masalahnya kini sudah selesai.

Upaya penyelesaian itu, Bahtiar menuturkan bukan dalam bentuk teguran secara terbuka dan tertulis. Sebab, teguran tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi malah akan memperlebar persoalan.

“Senyap saja, yang penting masalah selesai demi ketenteraman warga masyarakat kita,” ucap dia.

Dewira/Tempo