Heboh Iklan Kematian Jokowi, Inilah Klarifikasi Nophie Frinsta

  • Bagikan

Syailendra Arif, R, Usman/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kampanye hitam menjelang Pemilu Presiden dan penghancuran karakter capres kini tidak lagi bisa dianggap remeh. Hal itu misalnya baru-baru dialami oleh Joko Widodo (Jokowi) lewat sebuah iklan RIP (Rest in Peace).

Jokowi jelas masih segar bugar. Namun, ada pemasang iklan yang memasang iklan kematian Jokowi dengan nama Tionghoa. Pemakaian nama Tionghoa diduga terkait dengan isu yang baru-baru ini diembuskan, yang menyebut Jokowi sebenarnya keturunan Tionghoa.

Dalam iklan bergambar Jokowi itu disebutkan bahwa Herbertus Joko Widodo  (Oey Hong Liong) meninggal pada 4 Mei 2014 pukul 15.30 WIB. Disebutkan pula dalam iklan tersebut bahwa jenazah akan disemayamkan di Kantor DPP PDI Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada 6 Mei 2014. Ada pula nama ketua DPP PDIP Megawati Soekarno Putri sebagai orang yang turut berduka cita.

Iklan itu menjadi makin menyebar dan heboh ketika Nophie Frinsta, seorang pemilik akun Facebook yang mengaku sebagai relawan Jokowi, mengunnggah iklan tersebut di beranda Facebook. Seperti bola salju, postingan Nophie itu justru makin membuat para penyerang Jokowi melancarkan serangan lebih dahsyat melalui media online (www,pkspiyungan.com dan www.suaranews.com).

Tak pelak, Nophie pun mendapatkan banyak pertanyaan dan protes dari teman-temannya. Apalagi ketika kedua media online itu menyebut bahwa yang membuat iklan kematian Jokowi itu orangnya Jokowi sendiri (suaranews.com menyebut dengan bahasa sangat kasar dengan istilah ‘antek’).  

Nophie yang merasa tidak pernah membuat dan memasang iklan tentu protes. Lewat tulisan di kompasiana.com, Nophie menuliskan klarifikasi seputar iklan kematian Jokowi dan hubungan dirinya dengan iklan tersebut.

Berikut ini klarifikasi lengkap Nophie Frinsta:

Setelah beberapa hari berdiam diri dan sibuk menjawab secara personal banyak pertanyaan dari teman dan sabahat, saya pikir sudah waktunya saya membuat klarifikasi terkait berita-berita yang simpang siur di sosmed dan media online.

Seperti juga nama saya di sini, saya adalah pemilik akun facebook  Nophie Frinsta :  https://www.facebook.com/frinstaforexship , dimana belakangan ini ramai diperbincangkan di sosmed dan media online terkait salah satu status saya yang memprotes dan prihatin terhadap adanya kampanye hitam yang ber materi iklan RIP terhadap Pak Jokowi.

Di sini saya tegaskan bahwa TIDAK BENAR bila saya adalah pemosting pertama apalagi pembuat iklan tersebut. Fitnah ini bermula dan saya ketahui dari postingan di website PKS Piyungan seperti yang tertulis di link ini :   http://www.pkspiyungan.org/2014/05/siapa-penyebar-awal-foto-rip-jokowi-ini.html

Postingan mereka HANYA didasarkan pada kesimpulan mereka sendiri atas ketidak mampuan mereka melakukan trace lebih jauh lagi dan hanya berhenti pada postingan saya. Di sini ada beberapa hal yang saya anggap menjadi kesalahan pengelola blog PKS Piyungan, yaitu :

PKS Piyungan TIDAK PERNAH melakukan konfirmasi kepada saya terkait postingan di wall saya pribadi.  Mereka mencapture wall saya, tetapi tidak melakukan konfirmasi.

PKS Piyungan tidak fair dalam mengakomodasi komentar di blognya,  karena komentar yang kontra tidak di tampilkan, dan hanya komentar yang pro saja yang ditampilkan. Setidaknya beberapa teman facebooker saya sudah mencoba untuk komentar tetapi tidak muncul sampai saat ini.

PKS Piyungan tidak kredibel dalam menyebarkan berita, karena tanpa konfirmasi, isi belum lengkap dan hanya praduga.

Berita di blog PKS Piyungan tersebut juga dimuat oleh media lain yaitu suaranews.com dengan judul yang sudah di modifikasi sesuai kehendak mereka sendiri  seperti terlihat di link ini : http://www.suaranews.com/2014/05/menguak-penyebar-jokowi-ternyata.html

Saya memang mengupload di wall saya sebagai bentuk protest dan keberatan atas materi iklan tersebut tetapi bukan berarti saya yang membuat.

Saya mendapatkan gambar tersebut saat group walking pada hari Rabu, 7 Mei 2014.  Saya sangat syok saat melihat materi iklan tersebut. Saya buru-buru klik save as untuk menyimpannya. Dan saya posting di wall saya pribadi pada hari yang sama.

Saya juga masih memiliki bukti link download asal gambar tersebut sebagai bukti bahwa saya bukan pembuat atau penyebar pertama gambar iklan tersebut.  Berikut adalah capture darimana saya mendownload gambar iklan itu :

Dan link tersebut masih hidup sampai saat saya buat tulisan ini ( Minggu, 11 Mei 2014, Pk. 11.55 WIB ). seperti terlihat di sini :  https://scontent-a-lhr.xx.fbcdn.net/hphotos-prn1/t1.0-9/10246708_10152480918688968_4265330603483629201_n.jpg

Dan dari bantuan sahabat Kompasiana Rifal Pramadita , dari link download di atas bisa ditrace halaman asalnya. Saya sendiri tidak tahu apakah dia adalah pemosting pertama sekaligus pembuat gambar iklan tersebut, atau dia juga hanya melakukan share seperti saya.
Berikut adalah link awal tempat saya mendapatkan gambar, di situ tertulis postingan tanggal 6 Mei 2014, lebih awal satu hari dari postingan di wall saya.  https://www.facebook.com/SK2005/photos/a.10150147475053968.327424.152166293967/10152480918688968/?type=1

Jadi di sini saya ingin tegaskan bahwa pelacakan yang dilakukan oleh PKS Piyungan SAMA SEKALI TIDAK VALID.  Dan hal ini juga dibuktikan oleh kesaksian salah seorang sahabat facebooker.

Di sini perlu saya sampaikan bahwa sebagai pendukung Pak Jokowi, saya adalah pendukung yang rasional. Saya juga pendukung pribadi tidak berafiliasi dengan partai, ormas, atau kelompok manapun, saya juga belum pernah ketemu Pak Jokowi, walaupun ingin. Saya pribadi merasa Pak Jokowi tidak ada kaitan apa pun dengan orang yang bernama Oey Hong Liong karena tidak ada bukti untuk itu, sehingga saya merasa tidak rela dengan upaya mengkait-kaitkan nama itu. Jadi tidak mungkin saya akan membuat tulisan yang jelas-jelas tidak saya sukai dan mendiskreditkan Pak Jokowi seperti di materi iklan tersebut.

Dengan ini saya mengimbau pihak-pihak manapun yang berupaya untuk membuat kampanye hitam untuk berhenti sebab cara-cara itu justru akan merusak reputasi anda dan orang yang anda dukung.

Khusus untuk pengelola blog PKS Piyungan, suaranews dan lain-lain, saya sarankan anda untuk lebih profesional dalam memuat tulisan. Harap diingat bahwa Indonesia memiliki UU ITE yang mengatur tentang tata cara, etika dan sanksi dalam menyebarkan informasi dan berita.

Demikian klarifikasi saya, semoga pihak-pihak yang telah salah dalam menyampaikan berita bisa memperbaikinya. Dan terima kasih untuk teman dan sahabat yang sudah membantu dan mempercayai saya.

Nophie Frinsta

  • Bagikan